Bumdes OKU timur diharapkan kelola gudang beras

id gudang beras, bumdes, oku timur, menampung hasil panen, nilai tawar, harga gabah
Bumdes OKU timur diharapkan kelola gudang beras
Ilustrasi Gudang beras. (ANTARA)
Martapura (Antarasumsel.com) - Badan Usaha Milik Desa yang ada di setiap desa Kabupaten Ogan Komering Ilir diharapkan mengelola gudang beras untuk menampung hasil panen supaya petani memiliki nilai tawar dalam menentukan harga.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD di Martapura, Minggu, mengatakan, selama ini, lantaran tidak memiliki gudang membuat petani buru-buru melepas beras ke pasar sehingga berdampak pada harga yang murah.

"Akibatnya, meski produksi beras di OKU Timur menjadi yang tertinggi di Sumsel, tapi tetap saja tidak dapat memberikan kesejahteraan ke petani," kata Kholid.

Badan Usaha Milik Desa yang ada di setiap desa Kabupaten Ogan Komering Ilir diharapkan dapat membidik usaha pengelolaan gudang beras, kata Bupati OKU Timur HM Kholid MD.

"Selama ini setiap desa tidak memiliki gudang sediri, lantaran itu harga beras jadi rendah karena petani tidak memiliki gudang sendiri untuk menampung hasil panennya," kata dia.

Ia mengatakan persoalan belum adanya gudang ini sejak lama menjadi pengkajian pemerintah kabupaten karena tingginya produksi padi ternyata tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

Petani langsung menjual gabah maupun beras setelah selesai panen karena tidak memiliki gudang sehingga harga jual ke pengepul hanya sekitar Rp7.000 per kilogram.

"Jika ada gudang dan beras bisa disimpan, harganya diperkirakan bisa mencapai Rp9.000 per kilogram," kata Kholid.

Untuk menyiasati agar setiap desa memiliki gudang ini, Kholid menilai warga desa harus mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes ini nantinya akan dikelola para perangkat desa yang terlebih dahulu akan ditatar PMD OKU Timur agar bertindak sesuai prosedur.

Sementara ini, produksi gabah di Bumi Sebiduk Sehaluan ini mencapai 1 juta ton gabah kering giling per tahun.

Pemeritah Provinsi Sumatera Selatan mendukung program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada 2017 yang fokus pada peningkatan ekonomi desa dari sektor usaha dan pertanian dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, sudah saatnya desa didorong mandiri dengan membuat usaha yang bisa menghasilkan, bukan hanya di bidang Infrastruktur semata.

"Kami sangat menyambut baik rencana kerja Kementerian Desa tahun 2017 dan Sumsel menunggu untuk segera ditindaklanjuti," kata dia.

Sumsel memiliki 2.859 desa dengan dana desa yang digulirkan pemerintah senilai Rp,1,78 triliun.

Sejak Undang-Undang (UU) 6/2014 tentang Desa berlaku, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial.

Sebagai lembaga komersial, BUMDes menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang ada di pedesaan.***3***



(T.D019/B/I006/I006) 19-03-2017 15:06:10

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga