Selasa, 25 April 2017

Pelalawan tebar puluhan ribu bibit ikan

id ikan, bibit ikan, Dinas Perikanan, Pelalawan, Provinsi Riau, sumber daya alam
Pelalawan tebar puluhan ribu bibit ikan
Ilustrasi Tambak Ikan. (Antarasumsel.com/Yudi)
Pelalawan (Antarasumsel.com) - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau bakal menebar sebanyak 50.000 bibit ikan di perairan umum untuk meningkatkan jumlah populasi sumber daya alam tersebut di wilayah setempat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pelalawan Tengku Wahiduddin dalam keterangan tertulisnya di Pangkalan Kerinci Minggu, menyebutkan penebaran bibit ikan (Restocking) tersebut dianggarkan melalui Anngaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan tahun 2017.   
"Tujuannya tidak lebih untuk menjaga keseimbangan perairan dan melestarikan keanekaragaman sumberdaya ikan di perairan umum dan meningkatkan jumlah populasi ikan akibat produksi yang dilakukan dengan cara penangkapan," katanya.

Ia juga mengatakan, penebaran bibit ikan itu akan dilakukan pada akhir Maret ini di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan yakni di kecamatan Pelalawan dan Kerumutan.

"Ikan puluhan ribu itu akan disebar di sungai-sungai, danau, dan waduk. Sedangkan jenis ikan yang kita pilih untuk ditebar adalah baung," tuturnya pula.

Dikatakannya, alasan baung karena merupakan salah satu ikan spesifik lokal Kabupaten Pelalawan yang mempunyai sifat yang dapat beradaptasi dengan lingkungan, sehingga dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat," jelas dia.

Ia berharap, dengan adanya penebaran bibit ikan tersebut, maka diharapkan ekosistem sumberdaya perairan di Kabupaten Pelalawan dapat terjaga dan ikan tidak mengalami kepunahan.

"Kami berharap benih ikan yang di tebar ini supaya dapat dijaga dan dibiarkan terlebih dahulu agar bisa tumbuh besar dan berkembangbiak sehingga bisa dipanen untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat," pintanya.

Terakhir ia mengimbau warga dilarang menangkap ikan menggunakan racun, kemudian stroom ataupun bom ikan. Cara-cara yang dilarang itu bisa merusak ekosistem sungai.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga