Jumat, 28 April 2017

Presiden resmikan MPP Air Anyir Bangka

id Presiden, Joko Widodo, peresmian, Mobile Power Plant, Suge Belitung, Susiana Mutia, video conference, warga negara indonesia, bantuan hukum,
Presiden resmikan MPP Air Anyir Bangka
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Pangkalpinang (Antarasumsel.com) - Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan Mobile Power Plant (MPP) 2X25MW di Air Anyir Bangka dan 1x25MW di Suge Belitung melalui "video conference", Sabtu siang.

Generam Manager PLN Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia di Pangkalpinang mengatakan sebelum meresmikan MPP ini, pada Juni tahun 2016 presiden telah melakukan Ground Breaking Mobile Power Plant 2x25MW di Pulau Bangka dan 1x25 MW di Pulau Belitung.

"Dalam waktu yang relatif cepat, pada November 2016 untuk MPP Air Anyir Bangka dan Januari 2017 untuk MPP Suge Belitung sudah dapat beroperasi memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," katanya.

Dengan beroperasinya MPP Air Anyir Bangka 2X25MW dan MPP Suge Belitung 1x25MW ini berdampak positif pada keandalan pasokan listrik di Bangka Belitung. Saat ini daya mampu listrik untuk sistem Bangka sebesar 185 MW yang sebelumnya 135 MW dengan beban puncak 130 MW.

"Sedangkan untuk sistem Belitung, daya mampu sebelumnya sebesar 40 MW kini menjadi 65 MW dengan beban puncak 38 MW. Lebih dari itu, kondisi ini juga berpengaruh positif terhadap kapasitas sistem pembangkit," ujarnya.

Ia mengatakan pengoperasian MPP Air Anyir Bangka 2X25MW dan MPP Suge Belitung 1x25MW ini cukup untuk melistriki 17 ribu pelanggan rumah tangga dan 60 pelanggan industri skala besar di Bangka Belitung secara keseluruhan, dengan rincian 14 ribu pelanggan rumah tangga dan 40 pelanggan industri di Pulau Bangka serta tiga ribu pelanggan rumah tangga dan 20 pelanggan industri di Pulau Belitung.

"Kami berharap kondisi ini dapat menjadi stimulus bagi para investor untuk menciptakan industri padat karya, sehingga tenaga kerja terserap dengan baik dan pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung ini semakin bergairah," katanya.

Ia mengatakan pada sisi transmisi PLN juga telah merampungkan jaringan transmisi 150 kV Pangkalpinang-Kelapa (61kmr) dan Pangkalpinang-Koba (70kmr).        
"Artinya, setengah pulau Bangka telah menjadi satu kesatuan sistem kelistrikan, sehingga listrik yang ada di Air Anyir ini dapat dievakuasi sampai ke daerah Koba dan Kelapa dengan cukup baik," ujarnya.

Sedangkan untuk Belitung sudah tersedia transmisi 70kV Suge - Dukong (20kmr) dan selanjutnya akan dibangun transmisi 70kV Dukong - Manggar (90kmr) yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Gubernur, Kajati, Kapolda, Danrem, Kabinda dan semua unsur pimpinan daerah lainnya serta kepada rekan-rekan media, masyarakat dan seluruh elemen masyarakat lainnya atas dukungan yang diberikan kepada kami sehingga proyek infrastruktur kelistrikan ini dapat terselesaikan dengan lancar, semoga kita terus bersinergi membangun dalam membangun Provinsi Bangka Belitung ini," katanya.

Pada kesempatan video conference tersebut, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, PLN juga membagikan bantuan 1.000 paket sembako gratis bagi warga yang ada di sekitar MPP Air Anyir Bangka dan MPP Suge Belitung. Bantuan tersebut bagian dari program PLN Peduli yang merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).

Acara yang dipusatkan di Pontianak melalui "video conference" oleh presiden ini dalam rangka meresmikan delapan MPP yang tersebar di Pontianak, Lampung, Nias, Riau, Medan, Bangka, Belitung dan Lombok.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga