Minggu, 26 Maret 2017

Sekolah berkebutuhan khusus di Bandarlampung perlu dukungan

id slb, sekolah berkebutuhan khusus, pendidikan anak, kasus disabilitas mental, autisme
Sekolah berkebutuhan khusus di Bandarlampung perlu dukungan
Ilustrasi Dua siswa tuna netra belajar tingkat Sekolah Dasar di SDLB-A Panti Rehabilitasi Cacat Netra (PRPCN). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Bandarlampung (Antarasumsel.com) - Orang tua yang kesulitan mencari sekolah anak berkebutuhan khusus bagi pendidikan anak-anaknya yang memiliki kasus disabilitas mental dan autisme kini dapat menemukannya di Sekolah Growing Hope, di Bandarlampung, Provinsi Lampung.

Ketua Yayasan Harapan Masa Depan Lampung Maria Novitawati, didampingi Sekretaris Fransisca Kilik, di Bandarlampung, Senin, mengtakan pihak yayasan berupaya memberikan pendidikan secara tepat dan layak bagi anak berkebutuhan khusus melalui layanan khusus.

Karena itu Sekolah Growing Hope yang mendidik anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan dukungan dari para donatur dan berbagai pihak lainnya.

"Pada awal beroperasi tahun 2007 hingga 2011, kami baru sebatas melayani terapi. Tetapi karena kebutuhan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini mendesak sangat diperlukan, yayasan pada tahun 2012 membuka Sekolah Growing Hope yang punya makna tempat menyemai harapan," ujar Maria pula.

Lebih lanjut Maria mengatakan, yayasan yang mempunyai tagline "Berbagi kasih dan Pengharapan untuk Mereka yang Istimewa" ini, telah membuka sekolah dari jenjang taman kanak kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

"Growing Hope adalah sekolah dan juga pusat layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus dengan kasus autisme dan disabilitas intelektual," kata Maria lagi.

Sekolah yang fokus pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus ini masih langka. Pasalnya, pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan sekolah semacam ini memerlukan penanganan khusus yang relatif lebih kompleks, sedangkan dari sisi bisnis kurang menguntungkan.

Padahal anak-anak yang menyandang kasus disabilitas dan autisme juga memerlukan pendidikan yang layak sebagai anak-anak bangsa.

Tetapi untuk para orang tua yang tinggal di Kota Bandarlampung dan sekitarnya, saat ini tak usah bingung untuk memasukkan anaknya di Sekolah Growing Hope yang berlokasi di Jalan Pulau Buton, Perum Palmsville Residence Blok A 1-3, Way Halim, Bandarlampung.

Sekolah anak berkebutuhan khusus ini disediakan oleh Yayasan Harapan Masa Depan Lampung, menurut Sekretaris Yayasan Fransiska Kilik, selain memberikan pendidikan melalui Growing Hope, juga berupaya menyediakan lapangan kerja bagi anak berkebutuhan khusus.

"Kami memiliki target dapat membangun workshop agar dapat menjadi tempat bekerja bagi anak berkebutuhan khusus," ujar Fransiska pula.

Fransiska juga mengungkapkan permasalahan yang dihadapi yayasan dengan layanan PKLK Growing Hope adalah persoalan pendanaannya. Pasalnya, sekitar 30 persen dari siswanya tidak dapat membayar biaya sekolah. Sedangkan sekolah yang memiliki 23 orang guru dengan jumlah siswa 50 orang ini, membutuhkan biaya operasional yang tak kecil per bulannya.

Karena itu, lanjut Fransika, agar sekolah tetap dapat memenuhi kebutuhan siswa, yayasan menggelar program orang tua asuh. Yayasan mengajak siapapun yang terpanggil untuk berbagi dan mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi siswa yang tidak mampu membayar biaya sekolah.

"Program ini bersifat sukarela dan tidak mengikat. Growing Hope melayani semua lapisan masyarakat, sehingga siswa yang memiliki latar belakang keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dapat menempuh pendidikan," katanya pula.

Fransiska menyebutkan, pihaknya telah menyusun beberapa pilihan program bagi para dermawan dapat menyumbang, yaitu Good Program Rp100 ribu/bulan untuk waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan; Great Program Rp250 ribu/bulan untuk waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan; dan Excelence Program Rp500/bulan untuk waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga