Kamis, 27 April 2017

Khofifah bagi-bagi telur untuk anak penerima PKH

id Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial, orang tua, tidak gagap teknologi, gaptek, kekerasan seksual, anak-anak
Khofifah bagi-bagi telur untuk anak penerima PKH
Khofifah Indar Parawansa (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Ang/17)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membuat kejutan kecil ketika berkunjung ke Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan  e-Warong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE PKH), Minggu (9/10).

Biasanya, setelah menyaksikan proses transaksi di e-Warong yang dilakukan ibu-ibu penerima bantuan PKH atau disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Khofifah berdialog sebentar dengan mereka kemudian meninggalkan lokasi kegiatan.

Namun kali ini berbeda. Menteri kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965, itu tiba-tiba memanggil anak-anak dari KPM dan membagikan bingkisan berisi telur  masing-masing 1 kilogram untuk  mereka.

"Nanti telurnya diberikan kepada ibu untuk dimasak, ya nak. Kalian makan telurnya, ya nak,  supaya sehat dan pintar," ujar Khofifah dengan logat khas Surabayanya.

Menurut Khofifah, salah satu peruntukan bantuan sosial PKH memang untuk pemenuhan gizi anak-anak. Karena itu, penerima PKH adalah kalangan ibu-ibu yang memang berhubungan langsung dengan urusan gizi anak.

Dengan adanya e-Warong KUBE PKH di lingkungan sekitar warga penerima bantuan PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kata Khofifah, akan lebih memudahkan mereka mendapatkan bahan kebutuhan pokok berkualitas baik dengan harga yang terjangkau.

"Ibu-ibu nanti bisa belanja beras, telur, atau minyak goreng di e-Warong dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Harganya lebih terjangkau karena disuplai langsung dari Bulog," kata Menteri yang juga pemimpin ormas Muslimat NU itu.  
Program e-Warong  memang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat kurang mampu penerima bantuan PKH agar mendapatkan kemudahan memperoleh bahan pangan berkualitas, bebas memilih komoditasnya, serta kepastian harga yang murah.

Program yang merupakan tindak lanjut dari komitmen Kementerian Sosial dalam mengentaskan kemiskinan melalui sinergi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ini diharapkan bisa meringankan beban pengeluaran KPM.

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang hadir dalam kegiatan itu mengungkapkan tahun 2017 pihaknya akan meluncurkan sebanyak 84 unit e-Warong KUBE PKH dan e-Warong KUBE Jasa di 20 kecamatan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga