Sabtu, 23 September 2017

Dokter kejiwaan: Penyakit fisik bisa picu depresi

id penyakit, Kejiwaan, Dokter Spesialis Kejiwaan, Frida Agu, penyakit fisik, tuberkolosis
Dokter kejiwaan: Penyakit fisik bisa picu depresi
Ilustrasi Sejumlah mahasiswa mengikuti Edukasi pengenalan penyakit thalassemia di kampus . (Antarasumsel.com/Dolly)
Manado (Antarasumsel.com) - Dokter Spesialis Kejiwaan Frida Agu mengatakan penyakit fisik menahun seperti tuberkolosis dapat menjadi pemicu terjadi depresi atau perasaan tidak senang dalam diri seseorang.

"Ada kalanya juga karena penyakit tuberkolosis dan penyakit fisik lainnya yang belum disembuhkan menyebabkan seseorang dihindari, disingkirkan dalam kehidupan bermasyarakat dan keluarga. Hal ini akan menekan psikis, suasana hati atau perasaan," kata Frida pada "talk show" peringatan Hari Tuberkolosis Sedunia (HTBS) di Manado, Selasa.

Manakala mengalami tekanan secara kejiwaan, seseorang dapat dimanifestasikan dalam bentuk kemarahan, hubungan interpersonal antara suami, istri, anak, hingga komunitas tidak harmonis.

Selain pengobatan, lanjut Ketua Perhimpunan Kedokteran Jiwa Sulawesi Utara itu, seseorang yang mengalami depresi berusahalah mencurahkan perasaan kepada teman atau orang terdekat.

"Mencurahkan perasaan yang dialami kepada orang lain adalah cara sederhana mengobati sebagian depresi, karena bila dibiarkan maka berisiko bunuh diri atau bahkan memperparah penyakit fisik lainnya yang sementara diidap," ajaknya.

Ketika mengalami penyakit ini janganlah fokus kepada masalah, tetapi terus berupaya mencari solusi dan beradaptasi dengan lingkungan.

Dia mengajak agar terhindar dari depresi, sebisa mungkin berupaya menciptakan kebahagiaan.

"Bahagia itu tidak dicari, tetapi diciptakan. Berupayalah berpikir positif dan mensyukuri keadaan," katanya.

Selain itu, berusaha mensugesti diri bahwa persoalan bisa saja datang tapi selalu ada solusi yang bisa dilakukan.

"Berpikirlah positif, karena di dalam tubuh sehat pasti terdapat jiwa yang sehat, selain itu jangan lupa berolah raga," katanya menyarankan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga