Minggu, 23 April 2017

Mensos: Sedekah jadi solusi kurangi angka kemiskinan

id Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial, sedekah, yang tidak mampu, orang miskin
Mensos: Sedekah jadi solusi kurangi angka  kemiskinan
Khofifah Indar Parawansa . (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Kendari (Antarasumsel.com) - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan salah satu masalah sosial yang bisa diselesaikan apa bila masyarakat berkemampuan rajin bersedekah untuk mengeluarkan sebagian hartanya kepada orang yang tidak mampu.

"Sedekah adalah salah satu strategi paling ampuh dalam mengurangi angka kemiskinan di tanah air," kata Menteri Sosial saat memberi kuliah umum di Kampus IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat.

Menurut Khofifah, sedekah bukan hanya diartikan mengeluarkan harta untuk orang tidak mampu. Sedekah yang dimaksudnya adalah juga terpenting dalam bentuk ilmu pengetahuan, senyum semangat untuk maju bersama.

Kuliah umum yang dipandu Rektor IAIN Kendari, Dr Nua Alim  bertema "Urgensi peran perguruan tinggi Islam dalam menanggulangi masalah- masalah sosial" diikuti hampir 1.000-an mahasiswa.

Menurutnya, peningkatan angka kemiskinan disebabkan ketertinggalan ilmu, sehingga untuk mengurangi hal itu, tidak hanya cukup dengan memberikan bantuan materil, melainkan sedekah pengetahuan, agar lahir pemikir yang memiliki budi perkerti yang berakhlak mulia dan mau membantu pada sesama.

"Sebab sebagian harta kita adalah milik mereka, berikanlah hak mereka, ilmu yang kita dapat tidak akan bermanfaat jika tidak dibagi, mereka perlu pengetahuan, dan keterampilan agar dapat berkreasi, dan pada intinya mari berbagi," ujar menteri.

Ia mengatakan, penanganan sosial utamanya kemiskinan, diperlukan panggilan hati, kepedulian, dan pendidikan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkannya.

"Juga untuk mengurangi yang tertinggal, kita tidak hanya memikirkan perubahan individual, namun perubahan bersama, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan bersama," ujarnya.

Di bagian lain, Mensos berharap agar kelompok intelektual di kampus bisa mencari format terbaik dan terefektif, sehingga permasalahan sosial di daerah bisa teratasi tanpa harus mengorbankan masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga