Selasa, 22 Agustus 2017

Perjalanan Leicester di Liga Champions diakhiri oleh Atletico

id Leicester City, Atletico, Liga Champions, King Power, Atletico Madrid, Saul Niguez
Perjalanan Leicester di Liga Champions diakhiri oleh Atletico
Para pemain Leicester City (Reuters)
Leicester (Antara/Reuters) - Perjalanan indah Leicester City di Liga Champions berakhir di Stadion King Power pada Selasa, ketika mereka ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Atletico Madrid, yang mencapai semifinal untuk ketiga kalinya dalam empat musim berkat kemenangan agregat 2-1.
Gol di babak pertama yang dikemas Saul Niguez terbukti sudah cukup untuk membawa klub Spanyol itu ke empat besar, meski Leicester sempat berupaya bangkit pada babak kedua ketika Jamie Vardy menyamakan kedudukan.

Pasukan Diego Simeone, yang memenangi leg pertama di Madrid dengan skor 1-0, tampil lebih baik pada fase awal pertandingan, namun setelah Leicester akhirnya menemukan irama permainannya, Shinji Okazaki melepaskan tembakan yang melambung dari jarak dekat, Saul memperbesar keunggulan secara keseluruhan Atletico pada menit ke-26, saat ia menanduk umpan silang kiriman Filipe Luis.

Sang juara bertahan Liga Inggris, yang melakukan debutnya di Liga Champions, merespon dengan baik, mendominasi babak kedua, dan penyerang Inggris menyamakan kedudukan pada menit ke-61 setelah tembakan Ben Chilwell diblok, namun itu tidak cukup.

Bek Leicester Christian Fuchs berkata sebelum pertandingan bahwa menjadi tuan rumah akan memberi keuntungan dan gemuruh para penggemar telah terdengar ketika sepak mula dilakukan, yang akan menekan lawan yang kurang pengalaman bertarung.

Tuan rumah berupaya menggebrak dan mendapatkan peluang pertamanya ketika Vardy mencapai bola dan mengirim umpan silang tertuju kepada Okazaki, namun sepakannya melambung di atas mistar gawang.

Atletico tampil tenang dan menguasai bola, dan membuka keunggulan dengan gol yang sederhana.

Filipe Luis menerima bola di sisi kiri dan umpan silang sempurnanya disambut tandukan keras Niguez, di mana bola meluncur ke bagian bawah dan gagal dihalau kiper Kasper Schmeichel.

Tugas berat Leicester kini terlihat semakin sulit di mana mereka memerlukan tiga gol melawan lini belakang yang begitu rapat, yang sejauh ini hanya kemasukan empat gol di kompetisi Eropa.

Riyad Mahrez menyia-nyiakan satu peluang bagus sebelum turun minum namun ia melepaskan tembakan lurus ke Jan Oblak dari tepi kotak penalti.

Leicester terlihat kerepotan di lini belakang dan Schmeichel mampu menggagalkan upaya Yannick Carrasco sebelum turun minum.

Manajer Craig Shakespeare memasukkan Chilwell dan Leonardo Ulloa saat turun minum, dan Chilwell segera memperlihatkan emampuannya, melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar gawang.

Di sisi lain Antoine Griezmann, pencetak gol penalti yang memisahkan kedua tim di Madrid, meneror pertahanan Leicester dengan lajunya menuju kotak penalti namun bola sodorannya gagal dimaksimalkan Carrasco.

Dengan sisa waktu 30 menit, nyawa Leicester terlihat kembali muncul dalam bentuk Vardy ketika penyerang Inggris itu dengan tenang melepaskan sepakan melewati Oblak setelah tembakan Chilwell melambung ke kotak penalti.

Tiba-tiba sesuatu yang luar biasa terlihat memungkinkan.

Untuk pertama kalinya dalam pertandingan ini Atletico tertekan dan Vardy nyaris membawa Leicester memimpin pada malam itu, ketika tembakannya pada menit ke-68 mengenai punggung Stefan Savic.

Atletico kini terlihat mulai menghitung menit-menit sisa pertandingan, namun Leicester menolak untuk menerima bahwa perjalanan mereka nyaris usai.

Beberapa kali Simeone terlihat ingin masuk lapangan, dengan level energinya di area teknik, bergerak dengan liar dan terus memberi komando kepada para pemainnya.

Mereka mampu melakukannya dan ketika waktu pertandingan habis, selesai pula perjalanan indah Leicester.(H-RF)

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga