Senin, 24 April 2017

Puskesmas Peninjauan belum berikan layanan kesehatan maksimal

id puskesmas, puskesmas peninjauan
Puskesmas Peninjauan belum berikan layanan kesehatan maksimal
Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan, dr Dwi Fenti Atri (Antarasumsel.com/Edo/17)
Baturaja (Antarasumsel.com) - Puskesmas Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan hingga saat ini masih belum memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal, karena keterbatasan tenaga medis yang dimiliki.

"Untuk tenaga medis masih kurang, bahkan ruanganpun perlu ada tambahan,"kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Peninjauan, dr Dwi Fenti Atri di Peninjauan Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu.

Dijelaskannya, untuk saat ini tenaga medis di sal gigi belum ada termasuk sarananya. "Bukan hanya dokter giginya yang belum ada, tetapi juga sarana penunjang belum tersedia," jelasnya.

Selain dokter gigi, tenaga gizi dan tenaga di bagian laboratorium juga masih kurang, dan ini sudah diusulkan ke Dinkes OKU.

"Kalau untuk fasilitas di ruang rawat inap sudah ada tujuh unit tempat tidur dan di ruang bersalin ada tiga unit, tetapi inkubator di ruang bersalin belum dapat dipakai karena daya listriknya tidak memadai," kata dr Dwi Fenti.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan dua unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Penyakit Tidak Menular (PTM) masing-masing di Desa Peninjauan dan Desa Makarti Jaya (SP 6).

Ia berharap, pemerintah melalui Dinas Kesehatan setempat dapat segera melengkapi sarana dan tenaga medis yang dibutuhkan.

"Untuk mamaksimalkan pelayanan, tentunya harus ditunjang dengan tenaga medis dan fasilitasnya yang harus segera dipenuhi," katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan OKU, Suharmasto saat dikonfirmasi mengaku akan segera melengkapi fasilitas dan tenaga medis di UPTD Puskesmas Peninjauan.

"Kalau mau dibandingkan dengan Puskesmas di wilayah lain, maka PuskesmasBELUyang terbatas dapat melayani masyarakat sebaik mungkin, terlebih pada tahun 2017 ini, Puskesmas mendapat perbaikan UGD dan rehab ruang rawat inap.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga