Minggu, 30 April 2017

Pasien rumah sakit Baturaja dilayani paramedis berkebaya

id paramedis, kartini berkebaya
Pasien rumah sakit Baturaja dilayani paramedis berkebaya
Paramedis kenakan kebaya hari KARTINI (Antarasumsel.com/Edo Purmana/17)
Baturaja (Antarasumsel.com) - Puncak peringatan Hari Kartini 21 April 2017, pasien rumah sakit dr Ibnu Sutowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan dilayani oleh paramedis berkebaya.

"Jadi ada yang berbeda dari biasanya di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ibnu Sutowo," kata Riyan, salah satu keluarga pasien di rumah sakit itu di Baturaja, Jumat.

Sementara, pantauan Antara di lapangan, para tenaga medis di rumah sakit ini mulai dari perawat, bidan, bagian administrasi, farmasi, gizi hingga manajemennya berbusana adat Jawa.

Pegawai perempuan mengenakan kebaya dan yang tidak mengenakan jilbab rambutnya disanggul layaknya Ibu Kartini, pahlawan nasional penggerak emansipasi wanita Indonesia.

Sedangkan pegawai laki-laki mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkonnya.

Meski mengenakan pakaian adat, namun mereka tidak canggung memberikan pelayanan kepada pasien, bahkan yang wanita lebih anggun dalam balutan kebaya dan perawat-perawat mudanya terlihat lebih cantik.

Bukan hanya di ruang rawat inap, ruang icu, ruang kebidanan, tapi juga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang biasanya menjadi ruang pertama pasien berobat darurat, dokter dan perawatnya mengenakan busana adat kebaya dan blangkon.

Penampilan mereka di ruangan ini berbeda dari keseharian bertugas di rumah sakit. Perbedaan tersebut menjadi perhatian pengunjung dan keluarga pasien yang berobat maupun sedang dirawat inap.

Direktur RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, dr Rynna Dyana sempat menyisir beberapa ruangan rumah sakit yang dipimpinnya.

Sementara, dari sidaknya itu tidak terlihat pegawai yang mengenakan pakaian biasa, dan kalau pun ada hanya pegawai benar-benar tidak bisa mengenakan pakaian adat lantaran akan mengganggu tugasnya.

"Hari ini pegawai rumah sakit kita yang 80 persen kaum wanita diwajibkan berkebaya dan laki-lakinya mengenakan blangkon. Busana ini tidak mengganggu aktivitas pelayanan. Tapi ada diantaranya tidak berkebaya itu pun bagi pegawai benar-benar tidak bisa menggunakannya karena akan mengganggu tugas," kata dr Rynna.

Terkait peringatan Hari Kartini tahun ini, menurut dokter muda satu ini, apa yang telah dilakukan Kartini bagi rakyat Indonesia khususnya kaum perempuan menjadi contoh baik generasi penerus.

Salah satunya menurut dr Rynna, perhatian penggerak emansipasi wanita Indonesia ini terhadap lingkungan.

Mereka pun di rumah sakit ini peduli terhadap lingkungan. Pelayanan di rumah sakit yang penuh keihklasan paling ditekankan disini sebagai wujud memperhatikan lingkungan sekitar.

Kartini memberi contoh yang baik bagi perubahan. Artinya perubahan itu banyak, misalnya Kartini peduli terhadap lingkungan kaumnya. Dia membawa kaumnya untuk lebih pandai dan lebih berpendidikan. "Kalau kami di sini hanya menerapkan kepeduliannya dalam pelayanan terhadap masyarakat. Tanpa ada imbalan apa pun kami tetap melaksanakan tugas sehari-hari, jelasnya.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga