Sabtu, 19 Agustus 2017

Hutan mangrove langkat jadi kawasan wisata-belajar

id mangrove, tanaman mangrove, tempat wisata, wisata belajar, Kelompok Tani Mangrove, Dian Batubara, bibit mangrove, desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabup
Hutan mangrove langkat jadi kawasan wisata-belajar
Ilustrasi Hutan mangrove. (ANTARA FOTO)
Langkat, Sumut (Antarasumsel.com) - Hutan mangrove seluas 105 haktare di pantai Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini menjadi kawasan wisata dan sarana belajar bagi para siswa.

Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, menjadi kawasan wisata dan tempat belajar bagi para siswa SD, SMP, dan SMA," kata Dian Batubara selaku Ketua Kelompok Tani Mangrove Mekar Desa Lubuk Kertang di Brandan Barat, Senin.

Dian Batubara menjelaskan, semula hutan mangrove ini mengalami kerusakan yang cukup parah, tetapi kini telah berubah menjadi kawasan hijau, dan subur, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wistawan lokal maupun mancanegara.

Hutan mangrove yang dikelola Kelompok Tani Mekar ini mencapai luas 105 hektare. Dulu, hutan itu rusak akibat penebangan liar dan alih fungsi lahan.

"Sepuluh tahun yang lalu warga desa setempat sepakat untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove sebagai kawasan tempat berkembang biaknya biota laut serta tempat berkembangnya pohon mangrove (bakau)," katanya.

Hasil kesepakatan itu adalah menjaga kawasan hutan mangrove yang hijau ini agar tetap asri dan tetap dijaga dari pembalakan liar, katanya.

"Kini kawasan hutan mangrove desa Lubuk Kertang ini sudah kembali subur dan hijau, malah semakin banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung, termasuk para siswa untuk belajar pengelolaan hutan mangrove," katanya.
    
Salah seorang pengunjung wisata mangrove Pariatmi menjelaskan sengaja membawa para siswanya berkunjung kesini untuk memperkenalkan hutan mangrove ini sebagai tempat berpijahnya ikan, udang, kepiting, kerang termasuk burung.
    
"Tempat ini sangat ramai sekarang dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara hanya sekedar ingin melihat hutan mangrovenya sekaligus menikmati keindahan panorama alam dan bisa berfoto ria," katanya.
    
Dirinya juga sangat berharap hutan mangrove yang rusak dibeebrapa tempat seperti Secanggang, Tanjungpura, Gebang, bisa dikembalikan seperti keadaan disini sehingga Langkat akan semakin hijau, dan semakin banyak alternatif kawasan wisata pesisir pantai selain dari tempat ini, ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga