Indonesia optiomistis hadapi Sea Games selepas AGP

id SEA Games, atletik Indonesia, medali emas, satu perak, satu perunggu, asian Grand Prix
Indonesia optiomistis hadapi Sea Games selepas AGP
Ilustrasi Tim atletik Indonesia . (Antarasumsel.com/Deden)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Tim atletik Indonesia optimistis bersaing dalam SEA Games 2017 yang akan berlangsung Agustus di Malaysia, menyusul perolehan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu dalam Asian Grand Prix 2017.

"Kami bersyukur dengan pencapaian dalam Asian Grand Prix di Taiwan ini. Hasil ini mencerminkan semangat para atlet dalam menjalankan program latihan sesuai dengan periodisasi yang disusun," kata pelatih kepala Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Eni Sumartoyo yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Tiga medali emas Indonesia diperoleh dari nomor lari estafet putra 4x100 meter. Tim yang terdiri dari Ahmad Fadlin, Hamid Iswandi, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby itu sukses merebut tiga emas dalam tiga seri kejuaraan Asian Grand Prix di China dan Taiwan.

Sementara, satu medali perak untuk tim Merah-Putih dipersembahkan Yaspi Boby pada nomor lari 100 meter putra dalam seri terakhir Asian Grand Prix 2017 di Taiwan. Boby meraih waktu 10,39 detik atau selisih 0,04 detik dari pelari China Haiyang Xu yang meraih medali emas.

Pada nomor tolak peluru putri, Eki Febri Ekawati mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia setelah mencatat tolakan sejauh 15,16 meter. Eki menempati posisi ketiga setelah atlet putri China Jiayuan Song (17,46 meter) dan atlet putri India Manpreet Kaur (17,38 meter).

Dalam seri terakhir Asian Grand Prix 2017, tim estafet putra nasional meraih waktu 39,13 detik atau selisih 0,14 detik dari tim tuan rumah Taiwan yang meraih medali perak.

Dalam dua seri Asian Grand Prix 2017 sebelumnya, tim estafet Indonesia meraih posisi pertama dengan mengalahkan tim Thailand dan Kuwait.

Eni berharap prestasi lima atlet yang turun dalam tiga seri Asian Grand Prix 2017 sejak 23-30 April itu dapat terus meningkat dan mencapai puncaknya pada SEA Games 2017.

Tim estafet putra Indonesia semula terdiri dari Yaspi Boby, Fadlin, Iswandi, dan Rozikin. Tapi setelah kecelakaan lalu lintas yang dialami Rozikin, pelatnas PASI mencoba beberapa formasi baru dengan tiga atlet yaitu Eko Rimbawan, I Dewa Mudiasa, dan Bayu Kertanegara.

Eni mengaku optimistis dengan kemampuan atlet-atlet pengganti Rozikin, pelari cepat asal Jatim tersebut, karena punya catatan waktu dalam nomor lari 100 meter dan 200 meter yang tidak jauh berbeda.

Selain Asian Grand Prix 2017, atletik Indonesia juga mengirim 13 atlet pelatnas untuk mengikuti Kejuaraan Singapura Terbuka 2017 sebagai ajang uji coba SEA Games 2017.

Tiga belas atlet itu adalah I Dewa Made Budiyasa pada nomor lari 100 meter putra, Bayu Kertanegara pada nomor lari 100 meter putra, Rio Maholtra pada nomor lari gawang 110 meter putra, Andrian pada nomor lari gawang 400 meter putra.

Kemudian, Noval pada nomor lompat jauh putra, Frederick Saputra pada nomor lompat galah putra, Teuku Tegar Abadi pada nomor lompat galah putra, Abdul Hafiz pada nomor lempar lembing, Rafika Putra pada nomor lempar cakram, dan Indra Abdul Kadir pada nomor jalan cepat 20 kilometer putra.

Sementara, tiga atlet putri yang juga mengikuti Singapura Terbuka adalah Tyas Murti Ningsih pada nomor lari 100 meter putri, Emilia Nova pada nomor lari 200 meter, lompat jauh, dan tolak peluru, serta Tresna Puspita Gusti Ayu pada nomor lari 200 meter dan tolak peluru.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga