Gunung Rinjani dan wisata olahraga

id rinjani, gunung rinjani, wisata, olahraga, lari, Lombok Timur, lari lintas alam
Gunung Rinjani dan  wisata olahraga
Gunung Rinjani (Ist)
Sembalun, NTB (Antarasumsel.com) - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Fauzal menyatakan, kawasan Gunung Rinjani merupakan potensi besar untuk mengembangkan wisata olahraga.

"Dari sisi penjualan, Rinjani memang sangat oke untuk wisata olahraga. Potensi ini harus dijaga dengan baik," ujar Fauzal di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Jumat.

Dia mengambil contoh kompetisi lari lintas alam Rinjani 100. Jumlah peserta kejuaraan internasional ini selalu bertambah setiap tahunnya.

Kompetisi yang pertama kali disebut Rinjani 100 pada tahun 2016, sebelum itu bernama Mount Rinjani Ultra, saat ini diikuti oleh 502 peserta dari 28 negara.

"Peningkatannya hampir 100 persen karena tahun 2016, Rinjani 100 diikuti sekitar 300 orang. Pada 2016 peserta asing yang ikut cuma 78 orang, sementara di tahun ini ada sekitar 200 pelari asing," tutur Fauzal.

Dia melanjutkan, selain wisata olahraga, Rinjani juga dikunjungi banyak wisatawan yang melakukan penyusuran alam atau "tracking".

Menurut Fauzal, itu bisa membangkitkan usaha masyarakat setempat.

"Porter jadi hidup, kuliner juga demikian. Semuanya akan terpengaruh," kata dia.

Namun, yang disayangkan oleh Fauzal adalah semua pemasukan dari Taman Nasional Gunung Rinjani diserahkan ke negara dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Dia berharap dari pemasukan yang disebutnya mencapai sekitar Rp25 juta per-hari itu sebagian bisa dibagi untuk NTB.

"Itu isu yang sedang kami gaungkan. Kalau bisa pembagian ke daerah itu 50 persen dari pemasukan taman nasional," tutur Fauzal.

Rinjani 100 sendiri merupakan kompetisi lari lintas alam internasional yang diikuti oleh 502 peserta dari 28 negara, termasuk Indonesia, diadakan mulai Jumat (5/5) sampai Minggu (7/5).

Kejuaraan yang melewati puncak Gunung Rinjani ini mempertandingkan empat kategori yaitu 27 kilometer, 36 kilometer, 60 kilometer dan 100 kilometer.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga