Sabtu, 22 Juli 2017

"Palembang Memanah I" jadi ajang promosi wisata olahraga JSC

id panahan, harnojoyo, memanah
Wali Kota Palembang Harnojoyo melepaskan busur panah didampingi Ketua Sriwijaya Archery Club Nirmala Dewi (dua dari kanan) dalam pembukaan Kejuaraan Palembang Memanah I di Arena Panahan Jakabaring Sport City, Sabtu (6/5). (Antarasumsel.com/Dolly Rosana/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Sebanyak 215 peserta mengikuti Kejuaraan Palembang Memanah I untuk kelompok umur SD, SMP dan SMA dan masyarakat umum di Arena Panahan Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City, Palembang, 6-7 Mei 2017.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumatera Selatan Isnaini Madani di Palembang, Sabtu, seusai acara pembukaan kegiatan mengatakan, kejuaraan untuk kali pertama digelar untuk memassalkan olahraga panahan di masyarakat.

Selain itu, Isnaini yang sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang mengamati olahraga panahan ini sangat cocok untuk mendukung konsep "sport tourism" karena saat ini panahan mulai populer seiring dengan gencarnya promosi.

"Sejak munculnya Film `3 Srikandi` dan Presiden Joko Widodo mengikuti Kejuaraan Panahan membuat makin banyak masyarakat yang ingin mencoba olahraga ini. Untuk menampung animo tersebut, Perpani dan pemerintah kota langsung menangkapnya sebagai suatu peluang," ujar Isnaini.

Hal ini berkaitan dengan peran Kota Palembang sebagai tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018.

Kota Palembang sejak dua tahun terakhir gencar mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, salah satunya dengan menemukan destinasi-destinasi baru.

Pada saat ajang olahraga bergengsi tingkat Asia itu berlangsung, Kota Palembang berharap meraup keuntungan dari kunjungan para tamu negara itu yang diperkirakan mencapai 15.000 orang.

"Rencananya akan ada paket wisata yang khusus menggarap sport tourism ini. Misalnya, ditawarkan ke wisatawan sensasi mencoba berbagai arena olahraga, seperti panahan, lari marathon, dan lainnya," kata dia.

Sementara itu Wali Kota Palembang Harnojoyo yang juga hadir membuka kegiatan itu mengatakan apa yang dilakukan Perpani, Dinas Pariwisata dan Sriwijaya Archery Club merupakan wujud nyata upaya untuk mempromosikan Jakabaring Sport City sebagai satu satunya kawasan wisata olahraga di Indonesia.

"Antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan peserta juga datang dari luar kota. Ini sangat baik sekali untuk promosi daerah," kata Harnojoyo.

Harnojoyo yang pada kesempatan itu turut juga merasakan menjadi atlet panah dengan melesatkan beberapa panah ke sasaran mengatakan sangat terkesan dengan olahraga ini.

"Olahraga panahan ini sangat baik karena di dalamnya ada pembentukan karakter yang baik, yakni bagaimana seorang pemanah dituntut untuk tenang dan berkonsentrasi ketika menembak sasaran. Selain itu, olahraga ini juga salah satu yang dianjurkan Nabi selain berkuda dan berenang," kata dia.

Malahan, lantaran telah mencoba, Harnojoyo berjanji akan melakukan olahraga ini secara rutin di masa datang. "Pokoknya mulai sekarang saya katakan bahwa olahraga kegemaran saya yakni panahan," ujar dia.

Pertandingan panahanan pada kejuaraan terbuka ini direncanakan berlangsung hingga besok (7/5) dengan mempertandingkan nomor pemula paralon dan nomor tradisional. Pada nomor tradisional, muncul keunikan tersendiri karena para peserta diwajibkan memanah menggunakan pakaian adat sambil duduk.

Ketua Pelaksana Masyaheril yang sekaligus Kabid Organisasi Perpani Sumsel mengatakan nomor tradisional tetap dipertandingkan di Indonesia karena cara memanah dengan duduk ini merupakan warisan nenek moyang perlu dilestarikan.

"Pada masa silam, para leluhur memanah dengan cara seperti itu. Bahkan dengan cara memanah ini, Indonesia bisa berjaya pada masa silam," kata dia.

Pada hari pertama ini dijadwalkan peserta menjalani babak penyisihan, dan partai final akan digelar Minggu (7/5) untuk mendapatkan pemenang yang akan menerima hadiah sejumlah uang pembinaan.

Editor: Dolly Rosana

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga