Tapin miliki 14 motif kain sasirangan

id kerajinan tangan, Usaha Kerajinan, kain sasirangan Cintawari, Desa Timbaan, perajin kain sasirangan
Tapin miliki 14 motif kain sasirangan
Kain Sasirangan (Antaranews/hms))
Rantau, Kalsel (Antarasumsel.com) - Kabupaten Taping, Kalimantan Selatan, yang kaya akan hasil kerajinan tangan memiliki sekitar 14 motif kain sasingan khas daerah.

Pengurus Kelompok Usaha Kerajinan kain sasirangan Cintawari Desa Timbaan, Mariyatul Ikrimah, di Rantau, Selasa, mengatakan selain bertani kaum perempuan di desanya juga perajin kain sasirangan.

"Sekitar 30 orang perempuan di sini kami latih agar menjadi pengrajin sasirangan untuk meningkatkan perekonomian dan kreativitas mereka," katanya.

Mariyatul menjelaskan, 14 motif sasirangan khas Tapin tersebut, yakni motif Naga Balahendang, Bawang Tunggal, Panting Polantan, Gasing kemuning, Ayunan Raja Datu Ujung.

Motif Dandang Badangung, Wayang Topeng, Parang Balingan, Buhan Tikup, Papan Surui, Halang Manyaung, Layang-layang bakacak Pinggang, Pucuk Papakuan, dan motif Anak Bajang Batuntung Tangan.

"Motif sasirangan paling diminati dan laku, yakni motif Naga Balahendang, Halang Manyuang, Papan Surui, dan Panting," tambah Mariyatul.

Setiap motif memiliki filosofi tersendiri, seperti motif Naga Balahendang yang diambil dari legenda Tapin tentang manusia yang berubah menjadi seekor Naga.

"Motif Halang Manyaung itu filosofinya pertanda akan terjadi sesuatu yang kurang baik," terangnya.

Namun menurutnya, belum adanya hak paten sehingga motif-motif khas Tapin tersebut dipakai oleh rumah produksi Sasirangan lain tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Saat ini kami terkendala belum adanya rumah produksi atau galeri sehingga kurang efektif dalam produksi dan kurang nyaman saat tamu berkunjung ketempat kami," keluhnya.

Mariyatul dan pengrajin lainnya berharap adanya bantuan pemerintah dalam penyediaan rumah produksi, sehingga lebih memaksimalkan kelompoknya dalam produksi kain khas Kalimantan Selatan Tersebut.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapin Hj Ratna Ellyni Arifin Arpan mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pengrajin-pengrajin yang ada di Tapin.

"Itu tanggung jawab kita bersama dalam pembinaan para pengrajin-pengrajin kerajinan khas Tapin agar tetap terjaga," ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga