Mukomuko selidiki penyebab sawah tidak dapat air

id pengairan sawah, irigasi, tidak dapat air, Ali Mukhibin, Tani Harapan Jaya, Desa Talang Buai
Mukomuko selidiki penyebab sawah tidak dapat air
Ilustrasi Saluran irigasi (Istimewa)
Mukomuko (Antarasumsel.com) - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan menyelidiki penyebab sawah seluas 10 hektare di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, yang tidak mendapatkan air irigasi di wilayah tersebut.

"Kami selidiki terlebih dulu penyebabnya, karena kami belum menerima laporan tertulis dari petani," kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Ali Mukhibin di Mukomuko, Selasa.

Ia mengatakan hal itu setelah menerima informasi tentang sawah milik kelompok Tani Harapan Jaya Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya yang tidak mendapatkan air irigasi.

Ia menyatakan, pihaknya tidak berani menyimpulkan penyebabnya sebelum ada bukti lengkap sekaligus pengecekan di lokasi sawah petani tersebut.

Ia mengatakan, berdasarkan data sementara sawah petani tidak dapat air karena diduga batu besar untuk material membangun bendungan irigasi dicuri oleh oknum pengusaha yang membangun bronjong di sungai itu sehingga membuat air tidak mengalir ke sawah petani.

Ia mengatakan, kalau itu yang menjadi penyebabnya, maka instansi itu akan mempertanyakan legalitas perusahaan mengambil batu  kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII.

"Kami belum tahu ada atau tidak izin usaha pengambilan batu di lokasi setempat. Yang jadi permasalahan sekarang ini sawah tidak dapat air akibat batu bendungan diduga dicuri," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Talang Buai Rusdi menyebutkan sebanyak 14 orang anggota kelompoknya  memiliki sawah seluas 10 hektare.

Ia menjelaskan, seluas 10 hektare sawah milik kelompok taninya membuat saluran irigasi sendiri dengan cara membuat bendungan di sungai desa ini agar air sungai mengalir ke sawah petani setempat.

Sejak batu besar untuk membendung air sungai agar mengalir ke sawah petani diduga diambil oleh sejumlah oknum untuk membangun bronjong atau tidak.

"Kami sudah coba menumpukkan batu kecil di bendungan tersebut tetapi batu kecil itu tidak mampu menahan arus sungai. Batu-batu kecil itu  hanyut," ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga