Rabu, 20 September 2017

Parfi filmkan tradisi "Mesa Sape Kerrap"

id Mesa Sape Kerrap, Parfi, film religi budaya, pecinta karapan sapi
Parfi filmkan tradisi
Audiensi Pengurus Parfi Pamekasan dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii di Ruang Pertemuan Rato Ebu Pemkab Pamekasan, Rabu (17/5/2017). (Abd Aziz)
Pamekasan (Antarasumsel.com) - Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memfilmkan tradisi "Mesa Sape Kerrap", yakni film religi budaya yang mengangkat tradisi masyarakat pecinta karapan sapi di Pulau Garam, Madura.

"Film ini akan ditayangkan di salah satu televisi nasional, dan merupakan kerja sama antara Parfi Pamekasan dengan Parfi Jawa Timur," kata Ketua Parfi Pamekasan Yoyok R Effendi saat audiensi dengan Bupati Achmad Syafii di ruang pertemuan Rato Ebu Pemkab Pamekasan, Rabu sore.

"Mesa Sape Kerrap" berarti membeli sapi karapan yang sudah pernah meraih juara dalam festival karapan sapi.

Selain untuk mengangkat tradisi masyarakat Madura, film berdurasi 30 menit itu, juga untuk mempromosikan sejumlah objek wisata di Pamekasan.

Pengambilan gambar film ini dilakukan di sejumlah objek wisata di Pamekasan. Antara lain di objek wisata religi Batu Ampar, Kecamatan Proppo dan di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

Yoyok saat audiensi dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii menjelaskan, film pendek yang akan diputar di layar kaca di salah satu stasiun televisi itu, merupakan hasil kreasi pengurus Parfi Pamekasan pertama.

"Di Madura, baru Parfi Pamekasan yang mulai memproduksi film, sedangkan Parfi di tiga kabupaten lain belum," tutur Yoyok.

Ia menjelaskan, selain untuk mengangkat tradisi dan budaya lokal Madura, produksi film lokal ini berjudul "Mesa Sape Kerrap" itu juga untuk menunjang pengembangan ekonomi kreatif dan memajukan objek wisata lokal Pamekasan dan Madura pada umumnya.

"Oleh karenanya, dukungan dari Pemkab Pamekasan agar langkah yang kami lakukan seirama dengan keinginan pemerintah, sangat kami harapkan," ujar Yoyok.

Yoyok yang juga pengurus Dewan Kesenian Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, Parfi siap bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyambut positif program dan kegiatan yang telah digelar Parfi Pamekasan, terutama memfilmkan tradisi lokal Madura, sebagai khazanah kekayaan budaya di Madura.

Ia berharap organisasi itu nantinya bisa bekerja sama dengan Pemkab Pamekasan dalam melestarikan berbagai jenis budaya dan tradisi lokal Pamekasan, termasuk dalam hal pengembangan objek wisata Pamekasan.

"Kami memang berencana membuat rumah budaya di sekitar lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam, dan ini bisa integrasikan dengan rencana kegiatan Parfi Pamekasan nantinya," ujar bupati.

Hadir juga mendampingi Bupati Pamekasan Achmad Syafii dalam audiensi itu, Kepala Diskominfo Pamekasan M Bahrun, Kepala Disparibud Achmad Sjaifudin, Kepala Disdik M Tarsun dan Kabag Kesra Pemkab Pamekasan Lukman Hakim.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga