Minggu, 24 September 2017

LPDB-KUMKM siap alokasikan Rp500 miliar ke Sumsel

id LPDB-KUMKM, Kemas Danial
LPDB-KUMKM siap alokasikan Rp500 miliar ke Sumsel
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Kemas Danial, memberikan sosialisasi pada kegiatan "walk in assessment" penyerapan dana di Palembang, Kamis (18/5). (Antarasumsel.com/Dolly Rosana/Ang/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) siap mengalokasikan dana sebesar Rp500 miliar ke Sumatera Selatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil di daerah tersebut.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial di Palembang, Kamis, mengatakan alokasi dana sebanyak setengah triliun ini berani dikucurkan lembaga sumber pembiayaan formal ke Sumsel, tak lain karena daerah ini akan menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018.

Sektor Koperasi dan UMKM diperkirakan bakal tumbuh pesat jika didukung ketersediaan modal usaha dari lembaga pembiayaan.

"Pertumbuhan ekonomi di Sumsel saat ini masih bagus dan akan bertambah baik lagi karena akan menggelar event besar Asian Games. Tentunya sektor UMKM harus didukung, tinggal lagi bagaimana komitmen pemerintah setempat agar alokasi Rp500 miliar ini benar-benar terserap," kata Kemas seusai memberikan sosialisasi mengenai pembiayaan LPDB ke sejumlah pelaku usaha kecil se-Sumsel.

Ia mengatakan sejauh ini minat masyarakat dan para pelaku usaha kecil untuk mengakses dana LPBD ini terbilang sangat rendah. Sumsel hanya mampu merealisasikan sekitar Rp200 miliar pada 2016, itu pun karena dibantu Bank Sumsel Babel sebagai jaringan lembaga yang merealisasikan Rp100 miliar.

Meski bunga yang ditawarkan terbilang sangat rendah yakni 0,2 persen per bulan untuk usaha sektor riil, dan 0,3 persen per bulan untuk usaha koperasi simpan pinjam, tetap saja tidak mampu menstimulus serapan.

Bahkan, program yang sudah dijalankan sejak tahun 2008 ini hanya mampu merealisasikan total Rp36 miliar hingga tahun 2015.

Menurut Kemas, setelah dilakukan pemantauan ke daerah diketahui bahwa penyebab utamanya karena program ini belum tersosialisasikan dengan baik. Lantaran itu, tak heran jika masyarakat hanya menganggap perbankan sebagai satu satunya akses untuk meminjam uang. Sementara untuk meminjam di bank mereka membutuhkan jaminan untuk agunan sehingga kerap gagal mengakses modal usaha.

"Masyarakat harus diinformasikan bahwa meminjam di LPDB itu dapat dilakukan tanpa jaminan karena sudah ada yang menjamin yakni Jamkrindo. Cukup membayar sejumlah premi yang tergolong rendah, pelaku usaha sudah bisa mengakses pinjaman," kata dia.

Dengan berbagai kemudahan ini, ke depan, LPDB berharap dinas-dinas terkait dapat aktif menyosialisasikan program ini agar masyarakat Sumsel dapat memanfaatkan momentum Asian Games. LPDB memberikan batasan pinjaman Rp150 juta hingga Rp50 miliar untuk koperasi, dan Rp200 juta hingga Rp10 miliar ke sektor UMKM.

"Saya bahkan sempat mengajukan usul ke Gubernur agar dibuatkan suatu tempat khusus yakni mall UMKM yang khusus menjual oleh-oleh khas Sumsel. Jika ide ini direalisasikan, LPDB tentunya akan mendukung apalagi dana yang dikelola ini memang diperuntukan untuk itu," kata dia.

Realisasi pemanfaatan dana LPDB Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu yang terendah di Indonesia jika merujuk ke daerah lain, yakni Jatim 1,6 triliun, Jateng 1,4 triliun dan Jabar 1,1 triliun. Pada 2017, LPDB telah merealisasikan Rp8,2 triliun dan target hingga akhir tahun Rp9,5 triliun.

Rendahnya serapan di luar Jawa ini, menurut Kemas, menjadi perhatian khusus DPR RI sehingga harus dilakukan jemput bola ke daerah seperti ke sejumlah provinsi di Sumatera. Salah satu yang dilakukan LPDB yakni menggelar `walk in asssesment` yakni memberikan bimbingan teknis ke pelaku usaha dalam membuat profosal pengajuan pinjaman.

Upaya ini terkait juga dengan rencana Presiden Joko Widodo yang ingin memberikan tambahan Rp3 triliun pada 2017. Negara berharap sektor UMKM dan koperasi dapat menggerakkan perekonomian di daerah di tengah pengaruh perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga