Minggu, 22 Oktober 2017

Jembatan Ampera - BKB titik utama asmara subuh

id bkb, jembatan ampera
Jembatan Ampera - BKB titik utama asmara subuh
Asmara subuh di kawasan Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak (Antarasumsel.com/Aziz/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi titik utama para pemuda-pemudi dan anak di bawah umur melakukan asmara subuh dan "perang" petasan (percon).

Salah satunya Fadlan, anak laki - laki berusia 8 tahun tersebut mengatakan diajak teman - temannya berjalan kaki dari Kelurahan 7 Ulu ke Jembatan Ampera karena tertarik ikut perang percon.

"Diajak perang percon sama temen-temen orang 12, ya ikutlah biar seru," ujar Fadlan kepada antarasumsel.com.

Sejak subuh atau sekitar pukul 04.30 WIB para remaja dan anak - anak yang datang berkelompok dari berbagai tempat mulai mendatangi Jembatan Ampera serta BKB dengan berjalan kaki,  menggunakan sepeda motor,  angkot, hingga menyewa satu bus kota.

Bagi remaja berasmara subuh  cukup memarkirkan sepeda motornya di atas trotoar jembatan Ampera dan tanpa sungkan berpelukan bahkan merokok bersama di atas motor, atau duduk di pinggir pelataran BKB,  sedangkan para remaja dan anak - anak lain saling lempar percon di lokasi tersebut serta sangat membahayakan masyarakat yang lewat.

"Anak - anak itu biasanya melemparkan petasannya ke sembarang arah tanpa melihat kondisi sekitar,  atau memang saking hadap - hadapan antar kelompok,  maka tak ayal beberapa orang harus menjadi korban kaki terkena percikan ledakan meskipun tidak sampai melukai,   berbeda kalau yang terkena ledakan  bagian wajah," kata Suki seorang juru parkir Jembatan Ampera.

Selain itu remaja dan anak - anak yang berada di Jembatan Ampera nekat melemparkan petasan ke tengah jalan jembatan, membuat pengendara harus berhati - hati, udara di sekitar jembatan tersebut idominasi bau belerang dari petasan (percon).

Setidaknya ada tiga jenis percon yang digunakan untuk perang petasan,  yakni percon cabe,  percon sapi,  dan percon disko,  mereka dapatkan dari pedagang di pelataran BKB mulai dari harga Rp20 ribu hingga Rp40 ribu perpaketnya.

"Kalau yang paling banyak dibeli percon cabe atau percon mini, satu paket harganya Rp20.000 isi 40 - 50 batang, untuk percon kembang api saya tidak jual karena sepi peminat,  saya bisa untung Rp200 ribu pagi ini dan memang sudah tiga tahun dagang percon kalau puasa pertama," kata Amran, salah satu pedagang percon.

Menurutnya, sudah sejak lama Jembatan Ampera dan BKB selalu ramai pada hari pertama puasa, biasanya para remaja dan anak - anak banyak datang dari wilayah Seberang Ulu.

Tidak ada pengamanan khusus dari pihak kepolisian selain hanya mobil patroli yang memaksa motor - motor agar tidak parkir di bahu jalan jembatan,  perang percon dan asmara subuh tetap berlangsung sampai massa membubarkan diri menjelang pukul 08.00 Wib.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga