Minggu, 20 Agustus 2017

Produksi ayam potong turun 30 persen

id ayam, ayam potong, daging ayam, Peternak Unggas, Ismaidi, pasar tradisional, ayam beku
Produksi ayam potong turun 30 persen
Pedagang daging ayam melayani permintaan pembeli. (Antarasumsel.com/Feny Selly)
Palembang (Antarasumsel.com) - Asosiasi Peternak Unggas Sumatera Selatan mengungkapkan produksi ayam potong dari kandang-kadang unggas di Kota Palembang mengalami penurunan sekitar 30 persen karena faktor cuaca.

Ketua Asosiasi Peternak Unggas (Ampera) Sumatera Selatan Ismaidi di Palembang, Selasa, mengatakan saat ini bobot ayam tidak bertambah signifikan karena pengaruh cuaca yang memasuki kemarau sehingga sulit bagi peternak untuk mengejar berat ideal ayam yakni 1,7-2,0 kilogram per ekor.

"Sebagian besar kandang unggas di Palembang merupakan kandang terbuka sehingga sangat terpengaruh oleh cuaca. Saat cuaca panas seperti ini, memang biasanya ayam sulit tumbuh," kata Ismaidi.

Oleh karena itu ia tidak heran jika harga ayam potong di pasar tradisional mencapai Rp34.000 per ekor mengingat harga di kandang berkisar Rp18.000-Rp19.000 per kg.

"Idealnya pedagang pasar becek ambil selisih sekitar Rp6.000-Rp7.000 per kg sehingga harga ideal harusnya Rp26.000 per kg. Namun mengapa ini bisa Rp34.000 per kg, ini bukan ranah kami lagi. Ada kemungkinan karena stok memang terbatas," kata dia.

Selain itu, saat ini terkait Ramadhan terdapat kenaikan pemintaan sekitar 30 persen dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, tak heran jika harga yang terbentuk di pasar tradisional mencapai Rp34.000 per kg atau meningkatkan jika dibandingkan saat sebelum Ramadhan yakni Rp30.000 per kg.

Untuk itu Ampera Sumsel mengharapkan berbagai pihak untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai keunggulan konsumsi ayam beku. Hal itu penting mengingat dengan banyaknya pembelian ayam beku maka akan mengurangi permintaan ayam di pasar tradisional.

Masyarakat harus diedukasi bahwa produk ayam beku yang biasa digunakan restoran dan hotel, sesungguhnya lebih menyehatkan jika dibandingkan ayam yang dibeli di pasar becek.

"Darah ayam sudah diturunkan secara sempurna sehingga lebih menyehatkan, selain itu jika ditinjau dari sisi harga tergolong lebih murah yakni Rp22.000-Rp25.000 per kg. Namun memang tidak mudah mengubah budaya masyarakat, perlu dilakukan edukasi secara terus menerus," kata dia.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Perumnas Palembang, Aisyah, mengatakan harga ayam potong sempat Rp36.000 per kg pada satu hari menjelang Ramadhan. Namun memasuki Ramadhan bergerak turun dan sejak dua hari ini bertahan di harga Rp34.000 per kg.

"Sebenarnya kami pedagang lebih suka menjual ayam dengan harga murah supaya terjangkau masyarakat. Tapi mau bagaimana lagi dari agennya sudah tinggi," kata Aisyah.

Berdasarkan data Ampera Sumsel diketahui bahwa kebutuhan ayam potong di Sumsel mencapai 200.000 ekor per hari.

Kebutuhan itu selalu terpenuhi oleh perternakan unggas di Sumsel tanpa perlu menambah suplai dari luar daerah.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga