Selasa, 22 Agustus 2017

Menpar: Sumatera Selatan cikal bakal wisata olahraga

id Arief Yahya, Menteri Pariwisata, pariwisata, tradisi, kebudayaan, Wisata Olahraga, Irene
Menpar: Sumatera Selatan cikal bakal wisata olahraga
Arief Yahya ,(Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)
Palembang (Antarasumsel.com) - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Provinsi Sumatera Selatan merupakan cikal bakal lahirnya konsep wisata olahraga di Tanah Air karena daerah ini berhasil menaikkan pertumbuhan sektor pariwisata melalui peran sebagai tuan rumah ajang olahraga skala internasional.

"Sebelumnya, sudah ada wisata MICE (Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions). Namun, dalam perkembangannya muncul sport tourism. Bisa dikatakan, Sumatera Selatan merupakan cikal bakalnya karena hingga kini belum ada daerah yang bisa," kata Arief.

Arief ke Palembang dalam rangka peletakan baru pertama dua gedung baru Politeknik Pariwisata Palembang di Kompleks Olahraga Jakabaring.

Terkait dengan kontribusinya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, menurut Arief, antara wisata MICE dan wisata olahraga terbilang setara.

Oleh karena itu, dia sangat mengharapkan Poltekpar Palembang nantinya menambah program studi sport tourism dari empat program studi yang sudah ada.

Prodi terkait dengan MICE, kata dia, sudah ada karena ada prodi pengelolaan event. Akan tetapi, untuk sport tourism belum ada.

"Saya berharap nanti dibuka. Ini suatu peluang emas karena sejatinya Sumsel sudah memilikinya, bukan hanya potensinya, melainkan juga fasilitasnya. Saat ini kawasan Jakabaring Sport City meliputi lahan seluas 335 hektare," kata Arief.

Menurut dia, sejumlah kemudahan jika Sumsel fokus mengembangkan pada sport tourism. Paling nyata adalah tidak kesulitan untuk mempromosikan daerah.

Ketika Palembang menjadi tuan rumah ajang skala internasional, sejatinya promosi yang dilakukan setara dengan biaya pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Ketika Palembang dipercaya sebagai penyelenggara MotoGP, sama halnya melakukan promosi dengan biaya Rp1 triliun. Palembang akan dikenal secara luas," katanya.

Namun, lanjut dia, manfaat itu tidak diperoleh secara langsung saat MotoGP itu dilaksanakan. Manfaat baru diperoleh setelah event itu karena diperkirakan hampir 60 persen dari tamu negara akan kembali lagi ke Palembang sebagai wisatawan dengan membawa para kerabatnya.

Oleh karena itu, menurut dia, penting kiranya pemerintah provinsi memanfaatkan momen MotoGP itu untuk mempromosikan hal lain, seperti wisata sejarah, fesyen, kuliner, dan alam.

"Saya rasa destinasi wisata andalan Kota Palembang, ya, tetap Sungai Musi, bukankah ada 33 titik destinasi baru di dekat sungai," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Irene Camalyn berharap Sumsel sangat berperan dalam peningkatan jumlah wisatawan asing pada tahun 2018, yakni saat menjadi tuan rumah Asian Games dan MotoGP.

"Sumsel diharapkan memberikan andil 200.000 wisatawan mancanegara dan 15 juta wisatawan nusantara. Untuk itu, pemprov telah menggarap dua kota, yakni Palembang dan Pagaralam," kata Irene.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga