Daerah lintas utara Riau rawan kecelakaan

id jalan, rawan kecelakaan, riua, lintas utara, pemudik, Dinas Perhubungan, Drs. H. Arlizman Agus MM
Daerah lintas utara Riau rawan kecelakaan
(Antarasumsel.com/Edo Purmana/Parni)
Pekanbaru (Antarasumsel.com) - Dinas Perhubungan melakukan pemetaan kondisi daerah yang rawan mengalami kecelakaan lalulintas agar bisa diwaspadai oleh para pemudik dalam menyambut Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Pemetaan sudah dilakukan khususnya di lintas utara, dengan total tersebar pada puluhan titik itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau  Drs. H. Arlizman Agus MM, dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, untuk kawasan peta daerah rawan kecelakaan di lintas utara Provinsi Riau tercatat pada
Km. 260 Bagan Batu terkenal dengan nama Tikungan Maut (Simp. Jl. Mutiara Km 13 ) N 1°.40'14.4876"  E. 100°.26'47.7888¿.

Berikutnya, katanya tikungan tajam bahu jalan kurang baik tidak terdapat rambu peringatan dan persimpangan serta tanjakan dari arah Bagan Batu-Pekanbaru.

"Di sepanjang kawasan Bagan Batu-Pekanbaru, jarak pandang terhalang pohon sawit dan tanah, dan sering terjadi kecelakaan berdasarkan informasi dari warga sekitar daerah itu," katanya.

Daerah rawan kecelakaan lainnya adalah di Simpang Teluk Kotak Km 210, dengan kondisi fisik jalan yang rusak dan berlobang, serta sebagian lainnya keriting, terdapat persimpangan namun tidak terdapat rambu terutama rambu peringatan, mirisnya bahu jalan sempit.

Ia menyebutkan, daerah rawan kecelakaan di lintas Selatan terdapat enak titik di Riau yakni di KM 9,9 dari Simpang 4 Pematang Rebah menuju Simpang Kasai  N 00°28'07.0¿ E 102°26'28.2¿,  kondisi jalan baik tetapi belum dilengkapi oleh marka jalan, sedangakn bahu jalan masih berupa tanah berkerikil, dan minimnya fasilitas LLAJ.

         Selain itu, di KM 106 dari Taluk Kuantan (Titik 0 = Simp. 4 Beringin Sawah) menuju Air Molek N 00°24'12.8" E 102°11'40.1", disini terlihat kondisi jalan baik menikung tajam ke kanan, marka jalan aus atau kelihatan samar-samar, bahu jalan masih berupa tanah berkerikil dan jalan miring.

"Patu juga diwaspadai pengendara daerah rawan kecelakaan lainnya di KM 90,1 dari Taluk Kuantan (Titk 0 = Simp. 4 Beringin Sawah) menuju Air Molek N 00°26'55.8" E 102°06'04.5¿ terdapat tikungan tajam, kondisi jalan baik, marka jalan samar," katanya.

Mirisnya bahu jalan  di KM 90,1  dari Taluk Kuantan itu masih berupa tanah berkerikil, jarak pandang terhalang pepohonan yang tumbuh disekitar jalan, dan masih kurangnya penerangan di malam hari.

Disamping itu KM 81,6 dari Taluk Kuantan (Titik 0 = Simp. 4 Beringin Sawah) menuju Air Molek N 00°31'19.9" E 101°57'55.6¿ terdapat tikungan tajam dengan kondisi jalan miring, bergelombang, marka jalan samar, pada malam tidak ada penerangan, guardrail dan delinoator dalam keadaan rusak sehingga sangat rawan kecelakaan.

KM 81,6 dari Taluk Kuantan (Titik 0 = Simp. 4 Beringin Sawah) menuju Air Molek N 00°31'19.9" E 101°57'55.6¿ terdapat tikungan tajam dengan kondisi jalan miring, bergelombang, marka jalan samar, pada malam tidak ada penerangan, guardrail dan delinoator dalam keadaan rusak sehingga sangat rawan kecelakaan,
Selain itu di KM 25,5 dari Taluk Kuantan (Titik 0 = Simp. 4 Beringin Sawah) menuju Air Molek N 00°24'00.3" E 101°39'09.6¿ kondisi jalan baik, marka jalan samar, bahu jalan masih berupa tanah berkerikil, jarak pandang terhalang oleh pepohonan,
Begitu juga di KM 7,9 dari Tugu Cerano Taluk Kuantan menuju Batas Sumbar N 00°33'09.3¿ E 101°32'21.9" yang patut diwaspadai.  
"Di KM 7,9 dari Tugu Cerano Taluk Kuantan itu, kondisi jalan bergelombang, marka jalan samar, bahu jalan masih berupa tanah berkerikil, kurangnya rambu-rambu di lokasi, ramai kegiatan masyarakat, dan daerah ini juga rawan terjadi kecelakaan," katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga