Senin, 23 Oktober 2017

FIFA publikasikan laporan piala dunia Garcia setelah bocor

id fifa, laporan Garcia, Piala Dunia 2018, Rusia, Qatar, Michael Garcia
FIFA publikasikan laporan piala dunia Garcia setelah bocor
FIFA. (Antarasumsel.com/REUTERS/Arnd Wiegmann)
Zurich, Swiss (Antara/Reuters) - Badan sepak bola dunia (FIFA) mengatakan pada  Selasa bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menerbitkan laporan Garcia dalam keputusan untuk "menghadiahkan" perhelatan Piala Dunia 2018 dan 2022 pada Rusia dan Qatar.

FIFA menempatkan tautan menuju laporan dalam laman web-nya dan mengatakan keputusan ini dibuat setelah laporan yang disusun oleh mantan penyelidik etika utama FIFA Michael Garcia pada tahun 2014 lalu itu, "secara tidak sah bocor" ke sebuah surat kabar Jerman.

"Demi transparansi, FIFA menyambut baik berita bahwa laporan ini akhirnya dipublikasikan," seperti tertulis dalam laman FIFA yang juga menambahkan bahwa keputusan tersebut dibuat untuk "menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan".

Garcia, yang saat ini menjadi hakim rekanan di Pengadilan Banding untuk negara bagian New York, menghabiskan 18 bulan dan mewawancarai 75 saksi saat dia menyelidiki proses tender yang berbelit-belit untuk kedua turnamen tersebut.

Laporannya tidak dipublikasikan namun diserahkan ke hakim etika FIFA saat itu Hans-Joachim Eckert, yang mengeluarkan ringkasan 42 halaman yang mengatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuka kembali proses penawaran.

Garcia secara terbuka mengkritik ringkasan Eckert dan mengundurkan diri satu bulan kemudian, pada bulan Desember 2014. FIFA kemudian menyetujui bahwa laporan tersebut dapat dipublikasikan setelah semua pemeriksaan terhadap perorangan telah selesai.

Situasi FIFA mengalami perubahan dramatis pada tahun 2015 ketika puluhan pejabat badan sepak bola itu didakwa atas tuduhan terkait korupsi di Amerika Serikat, sedangkan kantor jaksa agung Swiss membuka penyelidikan kriminal atas penghadiahan tuan rumah piala dunia tersebut.

Presiden FIFA Sepp Blatter kemudian dilarang beraktifitas dalam sepak bola selama enam tahun menyusul penyelidikan etika internal.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga