Warga Ogan Ilir minta jalan provinsi diperbaiki

id jalan rusak, Muara Kuang, Lubuk Keliat, demo, Edison, perbaikan jalan, tokoh masyarakta, gubernur Sumsel, DPRD Sumsel

Warga Ogan Ilir minta jalan provinsi diperbaiki

Ilustrasi - (Antarasumsel.com)

Palembang (Antarasumsel.com) - Warga Kecamatan Muara Kuang dan Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir mendatangi DPRD Sumatera Selatan meminta jalan provinsi yang rusak di daerah itu diperbaiki sehingga bisa dilalui kendaraan.

"Jalan provinsi di dua kecamatan tersebut rusak, karena itu kita minta supaya diperbaiki," kata tokoh masyarakat Muara Kuang, Edison di Palembang, Kamis.

Menurut dia, dengan hancurnya jalan provinsi itu tentunya masyarakat kesulitan dalam mengangkut hasil bumi seperti karet.

Jalan provinsi yang rusak tersebut cukup panjang sekitar 30 kilometer, karena itu supaya segera diperbaiki, katanya.

Sementara Koordinator Aksi, Alex Kazjuda menyampaikan, kalau masyarakat di dua kecamatan itu meminta kepada gubernur Sumsel selaku pimpinan tertinggi untuk memperbaiki jalan tersebut.

Jalan yang perlu diperbaiki itu di Kecamatan Lubuk Keliat yaitu di desa Betung, Lubuk Keliat, Kembahang dan Embacang, sedangkan di Kecamatan Muara Kuang yaitu Desa Kelampadu, Sukajadi, Ramakasih, Sukacinta, Nagasari, Sri Kembang, Tanah Abang Ilir, Tanah Abang Ulu, Muara Kuang, Kasa, Kuang Anyar, Rantau Sialang, Sri Menanti dan Desa Mungu.

Jalan di desa-desa tersebut yaitu jalan yang dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, bahwasanya tidak sesuai dengan jalan provisni yang lainnya, karena jalannya sudah hancur, ujarnya.

Ia berharap, gubernur Sumsel, DPRD Sumsel dan pihak-pihak yang berkompeten tentang permasalahan tersebut dapat membenahi jalan desa-desa yang hancur tersebut.

Namun, masyarakat itu tidak bertemu dengan anggota DPRD Sumsel, karena masih kunjungan kerja ke luar daerah.

"Aspirasi yang disampaikan masyarakat ini tentunya akan kita sampaikan ke komisi membidangi itu yaitu Komisi IV DPRD Sumsel," kata Kabag Humas dan Protokol DPRD Sumsel, Masitoh Rapdawati .