Jumat, 20 Oktober 2017

Menikmati pemandangan Kota Lubuklinggau dari ketinggian

id wisata, wisata bukit sulap
Menikmati pemandangan Kota Lubuklinggau dari ketinggian
Keindahan alam wisata Bukit Sulap (Antarasumsel.com/Aziz Munajar/17)
....Wisatawan yang berkemah di puncak bukit akan disuguhkan keindahan pemandangan kota pada malam hari, dengan kerlap kerlip lampu kota....
Palembang, (Antarasumsel.com) - Wisatawan bisa menikmati pemandangan dari ketinggian dengan mengunjungi puncak Taman Wisata Alam Bukit Sulap, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan atau bisa ditempuh dari pusat kota 5 - 8 menit menggunakan transportasi umum maupun pribadi.

Bukit Sulap merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Kerinci Sablat (TNKS) dan sudah lama menjaid ikon Kota Lubuklinggau, lokasinya sendiri berada di Kecamatan Lubuklinggau Utara II dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, kata Wali Kota setempat, SN Prana Putra Sohe, Sabtu.

Menurut dia, wisatawan bisa menuju puncak Bukit Sulap dengan dua cara, yakni berjalan melewati jalur pendakian dan menggunakan bantuan inclanator atau kereta miring yang mampu membawa wisatawan dari kaki bukit langsung menuju ke atas tanpa harus bersusah payah mengeluarkan tenaga.

Jalur inclanator di Bukit Sulap tersebut merupakan yang terpanjang di Indonesia dan dibangun untuk kebutuhan wisata.

Ia menambahkan, selain untuk pariwisata, inclanator juga digunakan mengangkut atlet sepeda gunung saat event balap sepeda gunung berlangsung.

Wisatawan berjalan melewati jalur pendakian bisa memulainya dari shelter 1 inclanator, menyusuri anak tangga yang baru sebagian dibuat, mendekati puncak melanjutkanya dengan berjalan kaki melewati kontur jalan tanah licin dan cukup berbahaya jika turun hujan.

Untuk sampai ke puncak lewat jalur pendakian dibutuhkan waktu sekitar 40 menit, namun bisa menjadi satu jam lebih jika tidak terbiasa mendaki bukit, karena medan perjalanan di Bukit Sulap cukup berat bagi pemula.

Sementara wisatawan yang ingin menggunakan inclanator cukup membayar tarif Rp10.000 per orang dan inclanator akan berjalan miring menuju shelter 2 dan 3, ketika berjalan akan memberikan sensasi seperti ditarik ke atas kepada wisatawan baru pertama kali mencobanya.

Rel Inclanator terdiri atas empat shelter yakni bagian pertama dari shelter 1 sepanjang 260 meter ke shelter 2 dengan kemiringan 22 derajat dan 160 meter ke shelter 3 kemiringan 35 derajat mengikuti kemiringan Bukit Sulap.



Ingin Nikmati Inclanator

Menurut Wali Kota Prana Putra Sohe, pada musim liburan, banyak wisatawan yang antre ingin menikmati inclanator karena dengan moda transportasi bukit tersebut waktu dibutuhkan untuk sampai ke puncak Bukit Sulap kurang dari 30 menit.

Sesampainya di shelter 3 atau lokasi pemberhentian terakhir inclanator, wisatawan akan disuguhkan pemandangan Kota Lubuklinggau dari ketinggian 600 meter, rumah dan gedung terlihat seperti miniatur, dan dengan bebas bisa mengambil gambar, bahkan binaragawan Indonesia, Ade Rai pernah berselfie di shelter 3 tersebut.

Dari shelter 3 pula wisatawan bisa melihat jelas kampung warna - warni Kota Lubuklinggau, Masjid Agung As- Salam dan aliran Sungai Kelingi yang membelah Kota tersebut.

"Saya pikir wisata Bukit Sulap ini tidak kalah populer dengan tempat-tempat lain, apalagi untuk menuju ke atas masyarakat sudah dipermudah dengan adanya inclanator, inilah kelebihannya," Kata salah satu wisatawan, Karim Azzuhdi saat bertemu Antara.

Wisatawan yang belum puas dengan pemandangan di shelter 3 bisa melanjutkan lagi ke puncak Bukit Sulap dengan medan tidak terlalu sulit.

Sampai di puncak Bukit Sulap wisatawan bisa dengan bebas melihat Kota Lubuklinggau dari atas ketinggian 700 meter lebih, tidak hanya itu, bentang alam berupa sungai, kebun, sawah, hutan dan bukit - bukit kecil di sekitar kota tersebut dapat dengan jelas dilihat.

Ia menjelaskan, lelah perjalanan mendaki bukit pun akan segera terlunasi dengan indahnya pemandangan Kota Lubuklinggau dari puncak Bukit Sulap, wisatawan bisa bersantai kapan saja, bahkan setiap akhir pekan banyak pelajar maupun masyarakat yang mendirikan kemah di puncak tersebut.

wisatawan yang berkemah di puncak bukit akan disuguhkan keindahan pemandangan kota pada malam hari, dengan kerlap kerlip lampu kota dan pada pagi hari jika beruntung, langit kota akan ditutupi awan putih, sehingga bisa merasakan sensasi negeri di atas awan.

Jika wisatawan ingin turun ke bawah, disarankan untuk melewati rute jalur sepeda gunung Bukit Sulap, salah satu jalur sepeda gunung terganas se - Indonesia yang akan membawa ke air terjun batu Bukit Sulap.

Karim menambagkan, bagi penyuka wisata alam, Bukit Sulap boleh dikatakan paket komplit yang pas, murah dan terjangkau, serta bisa dijadikan alternatif liburan akhir pekan bersama teman atau keluarga.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga