Kamis, 19 Oktober 2017

Buah durian puruk cahu "banjiri" Muara Teweh

id duren, Buah durian, Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah
Buah durian puruk cahu
Penjual duren (Antarasumsel.com/Feny Selly)
Muara Teweh (Antarasumsel.com) - Buah durian dalam sepekan terakhir ini "membanjiri" sejumlah kawasan perdagangan di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara yang sebagian besar dari Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

"Saat ini buah durian yang dipasarkan di Muara Teweh sebagian besar dari Puruk Cahu, sedangkan dari sejumlah desa di Barito Utara masih sedikit," kata Ady Syahbana, seorang warga Muara Teweh, Sabtu.

Menurut dia, buah durian yang di jual sejumlah pedagang buah dan dadakan yang ada di pinggiran jalan di Muara Teweh masih relatif tinggi sekitar paling murah Rp25.000 per tiga butir, ukuran sedang hingga Rp50 ribu per buah.

Mungkin kalau semua desa panen durian, harganya turun bahkan hanya Rp5.000 per buah. Ini terhitung murah dibandingkan sebelumnya.

"Buah durian ini didatangkan selain menggunakan angkutan darat, sejumlah perahu bermuatan durian juga biasanya bersandar di pinggiran Sungai Butong (anak Sungai Barito), kemudian sejumlah pedagang sudah menunggu untuk membeli durian tersebut," katanya.

Durian hasil panen di sejumlah desa ini merupakan tanaman yang berusia puluhan tahun dari beberapa jenis lokal. Buah ini merupakan salah satu produk hortikultura unggulan dan dijadikan maskot Kabupaten Barito Utara.

    
Sementara seorang pedagang buah durian dari Puruk Cahu, Mastur mengatakan, saat ini buah durian asal sejumlah hutan pada desa di Kabupaten paling utara Kalteng itu cukup banyak.

"Harga durian di Puruk Cahu saat ini berkisar Rp10 ribu per buah, sebagian buah ini dipasarkan keluar daerah terdekat misalnya di Muara Teweh bahkan hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan dijual seharga Rp50 ribu per buah dan di sana  cukup banyak peminatnya," kata dia.

Buah durian ini oleh warga selain disantap langsung, juga dijadikan bahan baku lampuk durian (dodol durian) serta tempuyak atau daging durian yang diolah melalui cara fermentasi untuk disuguhkan sebagai pelengkap lauk saat makan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga