Jumat, 22 September 2017

Indonesia tamu kehormatan di festival ketimun Suzdal

id vestifal ketimun, panen ketimun, Rusia, musim panas
Indonesia tamu kehormatan di festival ketimun Suzdal
Kota Suzdal merayakan hasil panen ketimun sekaligus menyambut masuknya musim panas, Rusia (Antarasumsel.com/KBRI Moskow)
London (Antarasumsel.com) - Indonesia menjadi tamu kehormatan (pada acara Festival Ketimun ke-17 di Kota Suzdal, negara bagian Vladimir (Vladimir Oblast), sekitar 210 km dari Moskow, Sabtu (15/7).

Festival Ketimun merupakan pesta rakyat tahunan paling populer dan terbesar di Kota Suzdal untuk merayakan hasil panen ketimun dan sekaligus menyambut masuknya musim panas, demikian keterangan KBRI Moskow yang diterima Antara London, Minggu (16/7).

Walaupun hanya berpenduduk sekitar 10 ribu orang, kota bersejarah ini setiap tahunnya dikunjungi sekitar 200 ribu wisatawan baik domestik maupun manca negara. Sementara untuk Ibu Kota Vladimir, lebih dari 1 juta orang berkunjung ke kota yang pernah menjadi Ibu Kota Rusia kuno ini.

Festival berlangsung meriah di seluruh sudut kota dengan puncak kemeriahan di ruang terbuka yang merupakan bagian dari Suzdal Wooden Architecture Museum.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Wahid Supriyadi disambut hangat Wakil Gubernur Vladimir Oblast Alexander Lobakov dan Dirjen Vladimir and Suzdal State Historical, Architecture and Art Museum Konyshev Igor Valeryevich.

Dalam pertemuan, keduanya membahas potensi kerja sama RI dengan negara bagian Vladimir, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi. Wakil Gubernur menyampaikan potensi Suzdal serta Vladimir Oblast sebagai daerah pertanian penghasil gandum, kentang, produk kimia, kaca dan kayu serta sebagai destinasi wisata bersejarah.

Sementara dari Indonesia, Vladimir Oblast memerlukan impor buah tropis, produk kelapa sawit dan peralatan listrik.

Hubungan antara Indonesia dan Rusia bersifat komplementer, saling membutuhkan dan di tengah stagnasi ekonomi dunia saat ini, nilai perdagangan bilateral justru meningkat sekitar 33,5 persen. Yang menggembirakan, wisatawan Rusia ke Indonesia pada kuartal pertama naik sekitar 77 persen menjadi sekitar 37 ribu orang, merupakan peningkatan tertinggi di dunia.

Demikian sebaliknya, terdapat kecenderungan meningkatnya wisatawan Indonesia ke Rusia, yang tahun depan diperkirakan mencapai 40 ribu seiring dengan diselenggarakannya Piala Dunia, ujar Dubes Wahid pada saat memberikan sambutan di depan sekitar seribuan orang pengunjung.      

Selama festival ini berlangsung jumlah total pengunjung sehari mencapai sekitar sepuluh ribu orang. Wahid menambahkan  pihaknya yakin arus wisatawan kedua negara akan meningkat tajam dengan rencana pembukaan penerbangan langsung Garuda dalam waktu dekat.

Festival Ketimun disemarakkan dengan panggung budaya, konser, parade kostum jalanan, pameran produk, konser, workshop, dan lainnya. Seluruh jalan-jalan kota ditutup dari lalu-lalang kendaraan dan hanya diperbolehkan untuk para pengunjung yang berjalan kaki.

Sebagai tamu kehormatan, bendera Merah Putih berkibar di samping panggung utama. Dubes Wahid diminta melepas balon tiga warna melambangkan bendera Rusia yang di bawahnya tergantung boneka maskot Kota Suzdal.
    
Dalam acara kesenian di panggung utama, Indonesia menampilkan dua tari tradisional, yaitu Tari Jaipong dari Jawa Barat oleh Ekatarina Makanina, warga negara Rusia yang pernah mengikuti beasiswa Darmasiswa selama setahun di Bandung dan Tari Sekar Pudyastuti dari Jawa Tengah yang dimainkan Elizabeth Nilasari, guru Sekolah Indonesia Moskow (SIM).

Pengunjung terkesan dan memberikan tepuk tangan meriah karena baru kali inilah kesenian Indonesia tampil di acara tahunan terbesar di Kota Suzdal yang merupakan bagian dari negara bagian Vladimir yang didirikan tahun 1024,  salah satu kota tertua di Rusia, bahkan lebih tua dari Moskow yang didirikan tahun 1147.      
 
Kota ini terletak di Golden Ring, terletak melingkar seperti cincin di sebelah timur laut Moskow dan ditempuh sekitar 5-6 jam dengan mobil. Jalur ini merupakan jalur paling padat di Rusia, mirip Pantura di Jawa, karena menghubungkan beberapa kota utama seperti Nizhny Novgorod, Kazan, Ufa, Novosibirsk, membelah kawasan Siberia.

Di Suzdal terdapat 305 monumen dan bangunan-bangunan klasik, termasuk 30 gereja, 14 bell tower, lima biara yang masih aktif, dan terdapat 246 item yang dilindungi oleh pemerintah Federasi Rusia.

Pada tahun 1991, enam monumen dan dua bangunan di Suzdal, yaitu Saviour Monastery of St. Euthymius dan Kremlin with Navity of the Vigin, terdaftar dalam world heritage UNESCO.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga