Minggu, 23 Juli 2017

Kerajinan tenun Jembrana pameran di Korea Selatan

id kerajinan, tenun Jembrana, Made Gede Budhiarta, Kekayaan Intelektual
Kerajinan tenun Jembrana pameran di Korea Selatan
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan (tengah), memperlihatkan kerajinan tenun songket yang akan dipamerkan di Korea Selatan mewakili Indonesia. (ANTARA/Humas Jembrana)
Negara (Antarasumsel.com) - Tenun songket khas Kabupaten Jembrana, Bali, terpilih mewakili Indonesia dalam pameran internasional di Seoul, Korea Selatan 20 sampai 23 Juli tahun ini .

"Setelah melalui proses seleksi dari Dewan Kerajinan Nasional serta Kementerian Koperasi dan UMKM, kerajinan tenun Jembrana terpilih untuk tampil dalam 'Hand Made Kores Summer' 2017," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Jembrana Made Gede Budhiarta, di Negara, Senin.

Ia mengatakan, kerajinan tenun yang ditampilkan dalam pameran tersebut karya Kelompok Tenun Putri Mas dari Kelurahan Pendem, Kecamatan Negara yang sudah memegang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Menurutnya, kain tenun Jembrana memiliki karakteristik yang khas serta murni buatan tangan, tanpa campur tangan peralatan mesin sama sekali.

Menjelang keberangkatan ke Korea Selatan, Ketua Kelompok Tenun Putri Mas Ketut Widiadnyana berpamitan ke Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, Minggu (16/7) lalu.

Ia berharap, dengan mengikuti pameran bertaraf internasional ini, kelompoknya bisa mengetahui arah tren kerajinan tenun songket sehingga bisa menyesuaikan dengan pangsa pasar luar negeri.

Ia mengatakan, dalam pameran tersebut, pihaknya akan membawa tiga kain songket tenun khas Jembrana yaitu songket bulan bintang, songket alam Jembrana dan kain songket tanpa sambungan yang hanya ada di Jembrana.
    
Menurutnya, perajin kain songket Jembrana mempertahankan motif yang sama sejak zaman kerajaan yaitu menampilkan unsur alam seperti bunga dan hewan.

Selain itu, katanya, motif songket Jembrana juga cenderung statis dan tidak rumit, sehingga memudahkan desainer untuk melakukan pemotongan saat membuat fashion.

"Kalau motifnya terlalu rumit, justru menyulitkan pembentukan pola fashion dan pemotongannya. Selain itu, kami juga lebih banyak menggunakan pewarna alami dari bahan kunyit, akar mengkudu, daun mangga dan tanaman lainnya," katanya.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, daerahnya sangat kaya dengan nilai historis dan kearifan lokal, termasuk dalam kerajinan kain tenun songket.

Kepada perajin ia berpesan, untuk menyandingkan antara inovasi dan ciri khas lokal, sehingga memiliki nilai lebih di pasaran regional maupun internasional.

"Istilahnya inovasi yang bercitarasa kearifan lokal. Di Korea Selatan nanti, kami minta perajin Jembrana menampilkan proses pembuatan kain tenun songket, bahan yang digunakan serta menceritakan sisi historis dari motif songket tersebut," katanya.

Menurutnya, dengan mengetahui proses pembuatan serta cerita historisnya, pengunjung bisa mengetahui keunikan kain tenun songket Kabupaten Jembrana yang tidak dijumpai di daerah lain.

Lewat pameran internasional ini, menurutnya, bisa menjadi motivasi bagi perajin lainnya untuk berinovasi, mengikuti tren pasar saat ini, namun tetap mempertahankan pakem-pakem asli Jembrana.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga