Minggu, 23 Juli 2017

Perbankan bersaing benahi infrastruktur digital banking

id bank, banking digital
Perbankan bersaing benahi infrastruktur digital banking
Bank indonesia (ANTARA)
Palembang (Antarasumsel.com) - Kalangan perbankan bersaing membenahi infrastruktur digital banking, tujuannya untuk menarik nasabah dari kalangan anak muda yang saat ini telah mendominasi dari total jumlah penduduk di Indonesia.

Region Head Sumatera II dan Kalimantan Bank OCBC NISP, Joseline Merlin di Palembang, Senin, mengatakan jika tidak menyesuaikan dengan keinginan konsumen maka secara otomatis akan ditinggalkan nasabah.

"Anak-anak muda saat ini lebih suka transaksi melalui digital banking, cukup melalui telepon seluler. Kami sejak tahun lalu sudah berfokus pada pembenahan infrastruktur," kata Joseline.

Ia mengungkapkan, perusahaannya memiliki atensi sendiri terhadap generasi muda karena mereka ini merupakan calon pelaku usaha yang kemungkinan besar akan menjadi pemain utama pada 10 tahun ke depan.

"Saat ini semua transaksi di bank kami sudah bisa dilakukan secara online, mulai dari menabung, mentransfer, termasuk untuk mendepositokan uang," kata dia.

Senada Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel, Muhammad Adil mengatakan perusahaannya harus merogoh kocek cukup dalam untuk berinvestasi dalam pembenahan infrastruktur digital banking.

"Ini sudah saatnya semua transaksi dilakukan online, tidak bisa ditawar-tawar lagi karena masyarakat membutuhkan transaksi yang cepat dan mudah," kata dia.

Ia mengatakan, Bank Sumsel Babel secara bertahap melakukan peningkatkan kapasitas digital banking, dengan memperbaiki vitur dan memperbanyak menu pembayaran di layanan internet banking.

"Kami sosialisasikan terus ke masyarakat agar dapat menggunakan layanan digital ini. Karena ini akan lebih mempermudah nasabah dalam melakukan aktifitas transaksi apapun," kata dia.

Maraknya transaksi internet banking tak lepas dari meningkatnya pengguna internet banking yang mencapai 5,7 juta orang pada 2012.

Lalu, sejak tahun 2016, gerenasi milenia (mereka kelahiran 1981-2000) telah berhasil mengubah preferensi digital banking secara fundamental. Hal ini menandakan kepada bank bahwa mereka harus segera memindahkan semua layanan secara online.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga