Rabu, 18 Oktober 2017

Di Baturaja ditemukan 68 orang pengidap HIV/AIDS

id hiv/aids, pengidap aids, dinkes, puskesmas, klinik VCT.
Di Baturaja ditemukan 68 orang pengidap HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
....Semua yang merasa pernah melakukan hubungan seks di luar nikah agar segera meriksakan diri di klinik VCT...
Baturaja (Antarasumsel.com) - Pasca-penutupan lokalisasi di Kelurahan Sepancar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada 2012, ternyata hingga kini masih ditemukan sebanyak 68 orang pengidap penyakit HIV/AIDS.

"Selama kurun waktu empat tahun terakhir jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di daerah itu telah ditemukan sebanyak 68 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Suharmasto di dampingi Kabid Pemberantasan Penyakit, Andi Prapto dan Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Paisol di Baturaja, Senin.

Ia menjelaskan, dari data penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten OKU itu belum begitu berarti jika dilihat dari banyaknya potensi penularan penyakit menular yang mematikan itu.

Namun kata dia, jumlah penderita HIV/AIDS itu antara lain faktor masih rendahnya kesadaran masyarakat pentingnya dalam memeriksakan diri di sejumlah klinik Volunteri Conseling and Testing (VCT) yang ada di rumah sakit umum dan Puskesmas setempat.

Dalam pemantauan penyebaran penyakit tabu tersebut sedikit mengalami kesulitan lantaran masyarakat masih enggan memeriksakan diri.

"Berdasarkan data yang masuk di Dinas Kesehatan OKU, jumlah temuan HIV/AIDS di Kabupaten OKU hingga pada 2016 sebanyak 68 orang. Dari jumlah itu 35 orang diduga mengidap HIV dan 33 orang lainnya diduga terjangkit AIDS, serta 11 orang di antaranya dinyatakan meninggal.

Dia menjelaskan saat ini pihaknya sudah mengambil langkah strategis dalam meminimalisir penularan penyakit HIV/AIDS dengan membentuk tim pelacakan bagi masyarakat yang sudah dinyatakan positif guna memberikan pembinaan dan pemantauan.

"Kami sudah bentuk tim pelacakan bagi penderita dengan harapan setelah diketahui akan lebih mudah dilakukan pemantauan terhadap penderita HIV/AIDS. Selain itu kami juga terus melakukan sosialisasi tentang bahaya penyakit tersebut," katanya.

Menurut dia, ada beberapa titik temuan HIV/AIDS berdasarkan laporan sejumlah Puskesmas di OKU, antara lain Puskesmas Lubuk Rukam Kecamatan Peninjauan merupakan  tertinggi ditemukan dugaan penderita penyakit tersebut sebanyak 19 orang dimana 18 orang merupakan perempuan dan satu di antaranya pria.

Kemudian disusul temuan petugas Puskesmas Kedaton Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya sebayak 12 orang masing-masing 11 pria dan satu wanita serta menempati posisi ketiga temuan Puskesmas Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur sebanyak enam orang kesemuanya wanita.

Kepala Dinas Kesehatan OKU, Suharmasto mengatakan bahwa data pengidap penyakit HIV/AIDS di kabupaten itu seperti gunung es, dimana data ada sekrang ini hanyalah sebagai kecil saja yang terlihat sedangkan tidak terlihat sangat banyak.

Pada intinya, kata dia, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sekarang ini masih sangat rendah.

Pihaknya ke depan berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memeriksakan diri agar penularan penyakit HIV/AIDS dapat terpantau.

Ia mengingatkan, semua yang merasa pernah melakukan hubungan seks di luar nikah agar segera meriksakan diri di klinik VCT.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga