Jumat, 18 Agustus 2017

Menjajal wisata tangga 1.000 gunung manglayang

id Tanggal Seribu, Gunung Manglayang, awan, santai, pemandangan, objek wisata, langit
Menjajal wisata tangga 1.000 gunung manglayang
Pemandangan Bandung usai menjajal wisata Tanggal Seribu, Gunung Manglayang. (Antarasumsel.com/Iqbal Jaya Chasbi)
Bandung (ANTARA Sumsel) - Kawasan Bandung Timur, menawarkan wisata bagi pencinta wisata alam yakni menjajal tangga 1.000 di Gunung Manglayang, yang lokasinya berada di antara Kabupaten Bandung dan Sumedang.

Dengan menjajal 1.000 anak tangga alami di kaki Gunung Manglayang, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, tersebut maka wisatawan bisa menikmati keindahan Bandung Timur dari atas pegunungan.  

"Kalau dari sini bisa melihat Kota Bandung, hampir kelihatan semua, apalagi saat pagi-pagi cuacanya sangat sejuk dan kita pun pagi bisa berasa di atas awan," kata salah seorang yang menjajal wisata Tangga Seribu Gunung Manglayang, Gian, Minggu.

Ia mengatakan perjuangan dan rasa lelah setelah menaiki satu per satu anak tangga yang masih berbentuk tanah terobati ketika bisa menikmati keindahan Kota Bandung di atas pegunungan.

Objek wisata Tangga Seribu letaknya tak jauh dari objek wisata yang sudah terkenal sejak dahulu di Gunung Manglayang yaitu Batu Kuda.

"Sebelum ada Tangga Seribu, saya sering mainnya ke Batu Kuda, sekarang baru tau ada tempat wisata lainnya yang masih di kawasan Gunung Manglayang, yaitu Tangga Seribu," kata dia.

Selain itu banyak juga warga yang mendirikan warung di sekitar lokasi Tangga Seribu sehingga pengunjung tidak sulit mencari jajanan disekitar objek wisata tangga seribu.

Sementara itu, salah satu pedagang  warung di objek wisata Tangga Seribu, Engkus, objek wisata berdiri di tanah milik Perhutani namun tangga tersebut dibangun oleh warga.

"Jadi saat pembangunan tangga warga ikut membantu pembangunan secara bergotong royong," kata Engkus.

Ia menambahkan objek wisata Tangga Seribu ini rencananya akan dijadikan sebagai agro wisata oleh pemerintah daerah.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga