Senin, 23 Oktober 2017

Pemkab imbau masyarakat waspada kebakaran hutan

id kebakaran hutan, lahan, oku, Mirdailli, Desa Sukamaju, Kecamatan, Baturaja Timur
Pemkab imbau masyarakat waspada kebakaran hutan
Dokumentasi - Kebakaran lahan . (ANTARA /Syifa Yulinnas)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengimbau masyarakat di wilayah itu lebih mewaspadai kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau sekarang ini.

"Musim kemarau merupakan puncak dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bahkan kebakaran rumah," kata Asisten I Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Mirdailli di Baturaja, Selasa.

Bahkan, lanjut Mirdailli, beberapa hari terakhir terpantau sejumlah titik api di beberapa kecamatan dalam Kabupaten OKU dan terjadinya kebakaran rumah di Desa Sukamaju, Kecamatan Baturaja Timur, pada Minggu (6/8).

"Beberapa hari belakangan ini ditemukan sejumlah titik kebakaran baik itu karhutla maupun kebakaran rumah," kata Mirdailli.

Dia menjelaskan, sejumlah titik api sejak beberapa hari terakhir terpantau, satu titik api terpantau di Kecamatan Ulu Ogan, dua titik api di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya II dan Kecamatan Peninjauan.

"Sejauh ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Polres OKU dan TNI untuk melakukan pemantauan titik api. Selain itu kita terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk meminimalisir terjadinya karhutla," kata Mirdailli.

Sementara Camat Peninjauan, Feri Iswan mengatakan, terkait titik api di wilayah kerjanya sudah dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti pemerintah desa di Kecamatan Peninjauan, Babinkantibmas dan Babinsa untuk melakukan pemantauan dan imbauan kepada masyarkat sebagai upaya pengendalian terhadap karhutla.

"Kita terus melakukan koordinasi terhadap tiga pilar di tingkat desa yang merupakan ujung tombak dalam meredam terjadinya Karhutla, sehingga mampu meminimalisir kebakaran. Tentunya sosialisasi terus digalakkan agar masyarakat dalam membuka lahan tidak melakukan pembakaran," katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga