Senin, 23 Oktober 2017

Bulog Sumsel-Babel tingkatkan serapan beras petani

id beras, beras bulog
Bulog Sumsel-Babel tingkatkan serapan beras petani
Beras di gudang Bulog (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/17)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Urusan Logistik Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bangka Belitung menargetkan peningkatan serapan gabah dan beras petani dari 30.000 ton menjadi 68.000 ton pada 2017, setelah pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kemarin (8/8).

Kepala Bulog Sumsel-Babel Bakhtiar AS di Palembang, Rabu, mengatakan, Bulog optimistis target ini dapat tercapai karena HPP yang baru sudah lebih dekat dengan harga pasar.

Pemerintah menetapkan gabah kering giling (GKG) petani yang dibeli dari semula Rp4.650/kg menjadi Rp5.115/kg, serta pembelian beras dari semula Rp7.300/kg menjadi Rp8.030/kg.

"Selama ini penyerapan tidak maksimal karena harga yang ditawarkan ke petani jauh dari harga pasar, tapi dengan HPP baru ini kami ditargetkan tembus 68.000 ton dan sejauh ini sudah terealisasi 30.000 ton," kata Bakhtiar yang diwawancarai di sela-sela acara peresmian kantor pemasaran Taspen Life.

Hanya saja, dengan kenaikan HPP ini membuat Bulog harus lebih selektif dalam penyerapan beras petani, karena salah satu tujuan dilakukan kenaikan harga yakni untuk menjaga kualitas.

Pemerintah berharap tidak ada lagi beras yang rendah kualitas seperti marak diberitakan akhir-akhir ini.

"Jadi tetap tidak mudah bagi Bulog untuk mencapai target, karena tetap harus menjaga kualitas," kata dia.

Sejauh ini serapan Bulog terhadap beras petani masih sangat rendah yakni kurang dari 10 persen dari total market share. Hal ini lantaran petani lebih menyukai berniaga dengan pedagang beras dibandingkan dengan pemerintah.

Padahal menurut Bakhtiar, pelayanan yang diberikan Bulog tidak kalah dengan pedagang di pasar. Kantor Bulog tetap beroperasi pada Sabtu dan Minggu, yang umumnya menjadi hari libur untuk badan pemerintah.

Akan tetapi, persaingan yang ketat membuat Bulog kerap terlempar dalam mekanisme pasar.

"Butuh upaya serius, dan salah satunya menaikkan HPP," kata Bakhtiar.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga