Rabu, 23 Agustus 2017

Gajah liar masuk perkampungan resahkan warga

id gajah, Polak Pisang Kelayang,, warga, kampung, tanaman, sawit
Gajah liar masuk perkampungan resahkan warga
Dokumentasi- Seekor Gajah Sumatera liar berada di sekitar perkampungan warga. (ANTARA FOTO/Abuyahya)
Rengat (ANTARA Sumsel) - Gajah Sumatera liar meresahkan masyarakat Polak Pisang Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau karena telah memporak-porandakan tanaman kelapa sawit petani dan mengganggu ketenangan warga saat malam hari.

" Gajah itu sudah puluhan hari berda di areal pemukiman penduduk setempat," kata warga setempat, Yuridis di Rengat, Kamis.

Ia mengatakan, satu ekor gajah masuk desa menjadi perhatian banyak pihak, selain membuat onar juga mengganggu warga dua desa yakni Polak Pisang dan Kota Medan dalam sepekan, untuk itu diminta perhatian dari instansi terkait secepatnya mengevakuasi.

Masyarakat menjadi kebingungan karena ulah gajah yang merusak tanaman, sementara hewan itu dilindungi dan tidak boleh di aniaya, gajah yang berukuran tidak terlalu besar itu dapat masuk desa dan sering berada dibelakang rumah penduduk.

" Kami khawatir juga gajah mengganggu pertanian warga," sebutnya.

Jika malam tiba gajah berkeliaran itu dapat mengganggu warga setempat yang juga dikhawatirkan merusak rumah penduduk hingga membuat masyarakat tidak tenang khawatir dikejar oleh binatang besar terseebut.

" Saya berharap instansi terkait secepatnya mencari solusi terbaik," ujarnya.

Salah satu warga Indragiri Hulu Yunus mengatakan, sebaiknya semua pihak perihatin jika ada hewan liar yang dilindungi masuk pemukiman penduduk karena dapat mengancam keselamatan warga dan menghancurkan tanaman petani.

" Gajah harus dievakuasi dan dikembalikan ke habitatnya," pintanya.

Menurutnya, selama ini bukan saja gajah yang telah masuk desa tetapi berbagai hewan liar seperti ular, harimau pernah menghebohkan masyarakat dampak dari hutan tempat mereka berlindung telah dirobah fungsinya.

" Hutan di Indragiri Hulu masih memiliki sejumlah binatang buas maupun hewan langka," tegasnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga