Senin, 23 Oktober 2017

Gempa Bengkulu dipicu sesar naik

id gempa bumi, tektonik, bmkg, penyebab, bengkulu, megathrust
Gempa Bengkulu dipicu sesar naik
Data dan gambar kondisi melalui pantauan satelit. (Antarasumsel.com/14/Yudi Abdullah)
Padang (ANTARA Sumsel) - Pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Badrul Mustafa menyampaikan gempa yang menguncang Bengkulu dengan getaran dirasakan hingga ke Sumbar dipicu oleh sesar naik.

"Gempa ini dipicu oleh sesar naik di lempeng eurasia  tapi bukan di lokasi   megathrust," kata dia di Padang, Minggu.

Menurutnya perlu dilakukan penelitian khusus di lokasi tersebut karena selama ini  belum ada kajian apalagi gempa yang terjadi di selat.

Ia menambahkan getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Sumbar dengan perincian  di Padang  II sampai III  Modified Mercalli Intensity (MMI), Padang Panjang I sampai II MMI, Bukittinggi I sampai II MMI dan Pariaman II sampai III MMI.

Kemudian  Tua Pejat, Mentawai II sampai III MMI, Pesisir Selatan II sampai III MMI, Payakumbuh I sampai II MMI, Solok I sampai  II MMI  dan Solok Selatan I sampai II MMI.

Akan tetapi, ia menilai kesadaran warga Padang terhadap gempa sudah lebih baik dari sebelumnya.

"Dulu gempa dengan kekuatan II MMI saja warga sudah panik dan berhamburan ke luar rumah serta memenuhi jalan-jalan untuk melakukan evakuasi," ujarnya.

"Namun sekarang warga terlihat tenang saja bahkan di Pantai Padang setelah gempa terjadi warga tetap beraktivitas seperti biasa," lanjut dia.

Menurut dia kesadaran warga terhadap gempa sudah mulai baik dan sosialisasi yang dilakukan selama ini cukup efektif sehingga saat gempa terjadi tidak perlu panik yang akhirnya malah memicu kekacauan di jalan raya.

Gempa berkekuatan   6,6 Skala Richter menguncang Bengkulu   pada pukul 10.08 WIB yang getarannya dirasakan cukup kuat hingga ke Sumbar.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi  menyampaikan ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempa termasuk dalam klasifikasidangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff di bawah cekungan busur muka, Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan  gempa ini dipicu oleh penyesaran nai, kata dia.

Ia menyampaikan hingga pukul 10.51 WIB, hasil monitoring BMKG  menunjukkan sudah terjadi aktivitas gempabumi susulan sebanyak 1 kali.  

"Kepada masyarakat di wilayah Pesisir Bengkulu dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga