Rabu, 20 September 2017

Tidur berkaitan dengan resiko diabetes tipe 2 pada anak

id tidur, anak, penyakit, diabetes, kurang tidur, kegemukan, penelitian
Tidur berkaitan dengan resiko diabetes tipe 2 pada anak
Ilustrasi (Ist)
Washington (Antara/Xinhua-OANA) - Anak-anak yang bisa tidur lebih banyak menghadapi resiko yang lebih rendah untuk terserang diabete tipe 2, demikian hasil satu studi baru yang disiarkan pada Selasa (15/8) di satu jurnal AS.

Untuk orang dewasa, tidur terlalu banyak atau kurang tidur berkaitan dengan penumpukan lemak dan diabete tipe 2. Pada anak-anak, lebih banyak tidur telah dikaitkan dengan tingkat kegemukan yang lebih rendah, tapi penelitian mengenai faktor resiko diabete tipe 2 jarang dilakukan, kata The Journal of Pediatrics.

Untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan, para peneliti menganalisis pengukuran tubuh, hasil sampel darah dan data pertanyaan dari 4.525 anak dari berbagai etnik, yang berusia sembilan sampai 10 tahun, di Inggris.

Mereka mendapati anak-anak yang tidur lebih lama memiliki bobot tubuh lebih rendah dan kandungan massa lemak juga lebih rendah,

Rentang waktu tidur "juga sangat berbanding terbalik berkaitan denganinsulin, ketahanan insulin dan gula darah", kata para peneliti tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam.

"Temuan ini menunjukkan peningkatan rentang waktu tidur dapat memberi pendekatan sederhana bagi pengurangani kandungan lemak tubuh dan resiko diabete tipe 2 sejak awal kehidupan," kata Profesor Christopher Owen, yang memimpin penelitian itu di University of London, St.George, di dalam satu pernyataan.

"Potensi manfaat yang berkaitan dengan peningkatan tidur pada anak-anak mungkin memiliki dampak bagi kesehatan saat anak dewasa," kata Owen.

Para peneliti tersebut tidak menemukan hubungan antara lamanya tidur dan faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk lemak darah dan tekanan darah.

Ketidak-adaan itu menunjukkan bahwa "lamanya tidur tidak mengubah resiko lain penyakit jantung pada awal kehidupan, selain dengan peningkatan kegemukan dan resiko metabolis yang, jika berlangsung terus atau bertambah, memerlukan waktu untuk meningkatkan resiko penyakit jantung", tulis para peneliti tersebut. (Uu.C003)

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga