Rabu, 18 Oktober 2017

AJI: Polisi tegas oknum wartawan hina pejabat

id aji, penghinaan, presiden, polisi, kapolri, tersangka, tegas, tangkap, sosial media, facebook
AJI: Polisi tegas oknum wartawan hina pejabat
Aliansi Jurnalis Independen (Foto Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Tanjungpinang (ANTARA Sumsel) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, Kepulauan Riau mendesak Polres Tanjungpinang bersikap tegas terhadap MK, pria yang mengaku wartawan dan sempat ditahan karena menghina sejumlah pejabat negara melalui akun facebook.

"Polisi harus menindak tegas MK lantaran diduga mengungkapkan kebencian di media sosial. Kalau oknum wartawan itu melakukan tindakan kriminal, terlebih pidana murni, maka tidak berlaku statusnya sebagai wartawan," kata Ketua AJI Batam M Zuhri, saat dihubungi di Tanjungpinang, Minggu.

Zuhri mengatakan wartawan berkarya melalui berita di media massa, bukan mengungkap kebencian terhadap orang lain, apalagi pejabat negara di media sosial.

Sikap pelaku tidak berhubungan dengan produk jurnalistik, karena dilakukan di facebook. MK melakukan tindakan tersebut bersifat pribadi. AJI juga mempertanyakan status kewartawanan MK.

Karena itu, AJI mengkritik keras sikap polisi yang melepaskan MK dengan alasan apa pun.

"Perilaku MK yang mengaku wartawan tidak menunjukkan ketaatan pada kode etik jurnalistik," katanya lagi.

Zuhri menjelaskan, dari pantauan AJI atas permasalahan penghinaan simbol negara, Wali Kota Tanjungpinang dan sejumlah pejabat daerah di Kepri perlu tindakan tegas dari pihak kepolisian agar MK tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tindakan tegas juga memberi efek jera kepada pihak lainnya yang mungkin tanpa disadari kerap menyampaikan ujaran kebencian melalui media sosial.

"Tapi kalau masalah penghinaan itu, sudah dilakukan berulang-ulang, harus diproses terlebih dahulu," ujarnya lagi.

Ia mengimbau para pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati atas penggunaan identitas, terlebih menyangkut profesi kewartawanan.

"Ya jika bukan berprofesi sebagai jurnalis, jangan mengaku jurnalis. Ini kan berbahaya, persepsi masyarakat terhadap jurnalis akan jelek," ujarnya lagi.

Sebelumnya, MK, pria yang diduga menyalahgunakan media sosial dengan mengunduh sejumlah foto Presiden RI Joko Widodo, dan beberapa mantan presiden lainnya di akun facebook miliknya.

MK juga menyampaikan kalimat tuduhan kepada Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah beserta keluarga, anggota Fraksi Hanura DPRD Kepri Rudy Chua, dan Ketua DPC NasDem Tanjungpinang Bobby Jayanto.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah memaklumi keadaan itu kepada yang bersangkutan, dengan menempuh jalur damai, begitu juga dengan Rudi Chua. MK pun membuat surat pernyataan meminta maaf kepada semua pihak sebelum dilepas pihak kepolisian.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga