Rabu, 20 September 2017

BPBD Sumsel intensif pantau daerah rawan Karhutla

id bpbd, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Iriansyah, kebakaran hutan, lahan, asap
BPBD Sumsel intensif pantau daerah rawan Karhutla
Dokumentasi- upaya pemadaman kebakaran lahan . (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan pada Agustus 2017 ini lebih intensif melakukan pemantauan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, dan Banyuasin.

"Pemanatuan secara intensif dilakukan untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang puncaknya diperkirakan terjadi pada September," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, pemantauan kawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar dilakukan dengan kegiatan patroli melalui udara dan darat.

Untuk melakukan patroli melalui udara, BPBD Sumatera Selatan mengoperasikan tiga unit helikopter sedangkan patroli darat pihaknya dibantu personel TNI, Polri, kelompok masyarakat peduli api serta Manggala Agni, katanya.

Dia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan pertanian/perkebunan perlu dilakukan pencegahan sehingga masalah kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan berbagai aktivitas seperti yang terjadi pada 2015 dapat dihindari.

Selain melakukan berbagai tindakan pencegahan itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini agar tidak membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar.

"Masyarakat diingatkan untuk mematuhi imbauan itu karena jika ketahuan petugas yang melakukan pengawasan di lapangan akan diamankan dan diproses secara hukum dengan sanksi yang cukup berat berupa kurungan penjara dan denda," ujarnya.

Dengan dukungan dari masyarakat dan upaya pencegahan tersebut, wilayah Sumsel pada musim kemarau tahun ini bisa terbebas dari bencana kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan sebagaimana yang diharapkan bersama.

Kebakaran hutan dan lahan besar yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap bencana kabut asap semaksimal mungkin dihindari, karena jika sampai terjadi sulit dipadamkan dan menimbulkan banyak kerugian, kata dia pula.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga