Senin, 23 Oktober 2017

Lulusan Politeknik harus dilengkapi sertifikat kompetensi

id Mohamad Nasir, politknik, mahasiswa, sarjanan, lulusan, tes
Lulusan Politeknik harus dilengkapi sertifikat kompetensi
Mohamad Nasir . (ANTARA /Hendra Nurdiyansyah)
Batam (ANTARA Sumsel) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan lulusan politeknik harus dilengkapi dengan sertifikat kompetensi.

"Lulusan Politeknik harus ada sertifikat kompetensi, karena tidak ada artinya jika lulus tapi tidak terima sertifikat kompetensi," ujar Menristekdikti di Politeknik Negeri Batam, Kepulauan Riau, Senin.

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya meminta agar masing-masing Politeknik harus dilengkapi dengan lembaga sertifikasi pada masing-masing program  studi.

Menurut dia, Politeknik Batam merupakan satu-satunya Politeknik di Tanah Air yang sudah mempunyai lembaga sertifikasi profesi untuk setiap program studinya.

"Saya cukup berbangga karena Poltekneg Batam itu satu-satunya Politeknik yang mempunyai bidang studi perawatan pesawat. Artinya lulusan disini akan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang akan langsung dipakai oleh industri," kata dia.

Untuk program studi pun, menurut Nasir harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu contoh paling baik menurutnya adalah di Poltekneg Batam, karena prodinya mengikuti perkembangan potensi Indonesia kedepan, seperti mekatronika dan ekonomi digital.

Nasir juga meminta bila ada dari industri yang meskipun dia belum S2 tetapi sangat kompeten di bidangnya, maka dapat mengajar di Politeknik lewat pola Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Dengan demikian proses pengajaran akan lebih aplikatif. Selain itu dosen yang sudah ada juga harus direvitalisasi antara lain dengan cara dosen harus punya sertifikat kompetensi di bidang masing-masing. Dari sana kompetensi mahasiswa nantinya akan semakin sempurna. Kita berharap Politeknik tidak menjadi nomor satu saja, tapi Politeknik menjadi yang terbaik," tuturnya.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto, mengatakan bahwa saat ini Politeknik Batam melalui prodi yang ada, sedang mempersiapkan SDM di bidang ekonomi digital, bidang teknik perawatan pesawat udara, industri IT 4.0, dan" teaching industry".

"Kami mencoba menarik minat industri juga agar kolaborasi berjalan baik. Kerjasama tersebut antara lain dilakukan dengan Nongsa Digital Park (NDP) dan Politeknik Temasek. Selain itu Kami saat ini juga sudah mendapatkan lisensi dari Kementerian Perhubungan sebagai Aircraft Maintenance Training Center. Karena di Batam ini sebagai tempat strategis perbaikan dan perawatan pesawat udara."

Disela kunjungan ke Politeknik Negeri Batam, Menristekdikti Mohamad Nasir juga resmikan penggunaan gedung A untuk menunjang kegiatan perkuliahan yang terdiri 12 lantai, sebagai bagian rencana pengembangan Politeknik Batam, dan diberi nama Prof Mohamad Nasir.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga