Senin, 23 Oktober 2017

SKK Migas ajak masyarakat kurangi konsumsi minyak

id skk migas, migas, krisis, krisis energi, krosis minyak, krisis migas
SKK Migas ajak masyarakat kurangi konsumsi minyak
Pembicara dan peserta seminar hulu migas di Tanjung Pandan, Belitung. (Foto Antarasumsel.com/17/Yudi Abdullah)
...Tingkat konsumsi BBM secara nasional mencapai 1,6 juta barel per hari sedangkan kemampuan produksi hanya 834 ribu barel/hari...
Belitung (ANTARA Sumsel) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengajak masyarakat untuk berhemat atau mengurangi penggunaan bahan bakar minyak karena sekarang ini tingkat konsumsinya melebihi jumlah produksi.

"Tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional mencapai 1,6 juta barel per hari sedangkan kemampuan produksi hanya 834 ribu barel/hari," kata Humas SKK Migas Dian Sulistiawan pada saat membuka acara media gathering, seminar hulu migas, dan media kompetisi 2017, di Belitung, Selasa malam.

Dia menjelaskan, untuk mengatasi tingginya konsumsi BBM dalam negeri, sekarang ini pihaknya mengatasinya dengan cara melakukan impor.

Jika tingkat konsumsi BBM masyarakat tidak berkurang, impor bahan bakar tersebut akan semakin besar dan membebani keuangan negara, katanya.

Menurut dia, dalam kondisi kegiatan industri hulu migas yang berada dalam bayang-bayang krisis energi, sulit untuk meningkatkan kegiatan produksi.

Upaya mencari sumber minyak dan gas bumi baru dalam kondisi sekarang ini tidak sesuai dengan target yang diharapkan, sehingga
kemampuan produksi dalam negeri tidak bisa ditingkatkan untuk mengimbangi tingkat konsumsi yang trennya terus naik.

Kegiatan pencarian sumur migas baru pada tahun ini tidak berjalan sesuai target yang diharapkan.

Target pencarian sumur migas baru berdasarkan data per Juli 2017 baru terealisasi 24 persen atau hanya 34 sumur dari 134 sumur baru yang ditetapkan.

Rendahnya realisasi target pencarian sumur migas pada tahun ini salah satunya dipengaruhi iklim investasi di sektor migas yang kurang baik.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya berupaya melakukan berbagai upaya memperbaiki iklim investasi agar bisa menarik investor menanamkan modalnya di sektor migas sehingga target pencarian sumur migas baru bisa terpenuhi.

Jika target pencarian sumur migas baru yang ditetapkan setiap tahun tidak terpenuhi, cadangan minyak dari sumur yang ada sekarang ini hanya cukup untuk 11 tahun ke depan dan negara ini yang disebut-sebut memiliki potensi migas yang besar bisa benar-benar terjadi krisis energi, katanya prihatin.

Editor: Yudi Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga