Selasa, 24 Oktober 2017

Penyanyi Andien, ibu ASI dengan segudang aktifitas

id Andien, ASI, penyanyi
Penyanyi Andien, ibu ASI dengan segudang aktifitas
Penyanyi Andien (Antarasumsel.com/Dolly Rosana/17/Ang)
...Sejak awal saya sudah berkomitmen memberikan ASI ke Kawa. Insya Allah sampai dua tahun. Konsekwensinya ya itu, Kawa harus ikut kemana-mana, meski ada pekerjaan di luar negeri...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Ekspresi penyanyi jazz Andien Aisyah langsung sumringah ketika ditanya bagaimana perkembangan putra semata wayangnya Anaku Askara Biru yang biasa dipanggil dengan Kawa.

Kawa yang kini menginjak usia delapan bulan terlalu menggemaskan bagi Andien sehingga ia tak rela berpisah satu hari pun dengan si buah hati, meski didera kesibukan menyanyi di dalam dan luar negeri.

"Sejak awal saya sudah berkomitmen memberikan ASI ke Kawa. Insya Allah sampai dua tahun. Konsekwensinya ya itu, Kawa harus ikut kemana-mana, meski ada pekerjaan di luar negeri," kata Andien yang dijumpai di ajang Prenagen Pregnancy Educational Journey 2017 di Palembang, Sabtu (16/9).

Didampingi suami tercinta, Irfan Wahyudi atau akrab dipanggil dengan 'ippe', penyanyi yang mendalami genre musik jazz sejak usia belia ini bercerita betapa memiliki buah hati merupakan anugerah terindah dan sekaligus amanah dari Tuhan.

Tak banyak yang tahu bahwa Andien dan Ippe sudah mempersiapkan kehadiran buah hati pada satu tahun setelah mereka menikah. Pengetahuan seputar kesehatan janin yang melatari keduanya begitu konsentrasi pada masa prakehamilan itu.

"Ketika janin berusia satu bulan, artinya asupan gizi yang diperolehnya itu dari nutrisi yang ibu makan pada satu bulan sebelumnya. Jika sembarang artinya itulah yang dimakan sama janinnya," kata penyanyi berusia 32 tahun ini.

Atas dasar itu, Andien sangat fokus dan disiplin dalam menata pola hidup, mulai dari aktifitas, asupan makanan, dan waktu istirahat. Ia yang sangat menyukai olahraga dan makanan sehat ini tentunya tidak telalu kesulitan untuk menyesuaikan. 

Bahkan, di masa prakemilan itu, penyanyi bertubuh mungil ini tak segan-segan mengklaim bahwa pada satu tahun ini merupakan periode paling sehat dalam hidupnya. 

"Malahan saya sudah minum susu Prenagen Esensis," kata Andien yang juga menjadi brand ambasador Prenagen ini.

Ia tak melupakan susu persiapan kehamilan itu karena didalamnya terkandung zat-zat yang dibutuhkan calon ibu yakni asal folat, zinc, kalsium, fosfor, magnesium, vitamin D, protein, mikroenkapsulasi zat besi, sumber serat, dan omega 3.

Namun, baik dalam persiapan itu bukan berarti tanpa persoalan pada periode selanjutnay setelah dinyatakan positif hamil. 

Andien dengan segundang aktifitas menyanyi harus beradaptasi perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuhnya pada tiga bulan pertama kehamilan. Rasa mual kerap datang dan secara tiba-tiba mengubah "mood"-nya sebagai pekerja seni.

"Aduh...saat itu rasanya berat sekali. Saya dituntut harus tetap senyum, dan audiens tidak tahu bahwa saya sedang mual-mual. Apalagi, saya dan manajemen sudah komitmen baru mengumumkan ke publik tentang kehamilan pada usia kandungan sudah lima bulan. Tapi bersyukur sekali semua terlewati," kata penyanyi kelahiran Jakarta 25 Agustus 1985 ini.

Beruntung bagi penyanyi jebolan Elfa Music Studio ini dirinya mendapatkan dukungan penuh dari suami tercinta "ippe". Sejak awal pernikahan keduanya telah dibangun komitmen berbagi peran dalam keluarga.

Dukungan Ippe yang selalu mendampingi Andien di berbagai kesempatan membuat Andien melewati masa-masa bahagia selama kehamilan. Para penggemar setia dapat melihatnya dari berbagai video dan foto yang dibagikan melalui akun Instagram Andien.

Satu foto yang cukup mengetarkan yakni foto yang melukiskan perjuangan Andien saat mengalami kontraksi hebat menjelang persalinan. Tampak Andien mendapatkan pelukan, ciuman dan dekapan dari Ippe untuk melewati masa sulit itu.

Tak heran kiranya jika Andien pun dirujuk Prenagen sebagai Brand Ambassador bersama Mona Ratuliu. Ketika ditanya mengapa Andien bersedia menerima tawaran tersebut, penyanyi yang pernah mengharumkan nama Indonesia di festival internasional mengatakan karena keinginan yang kuat berbagi pengetahuan dengan para calon ibu.

Periode emas yang dilaluinya mulai dari prakehamilan hingga akhirnya melahirkan dan menyusui Kawa dengan segudang ilmu yang didapat, menurutnya patut dibagikan ke para ibu hamil di seluruh Tanah Air.

Betapa nutrisi bagi janin dan bayi itu sangat penting sehingga ibu tidak boleh menyepelekan asupan makanan sehari-hari. Menurut Andien tidak perlu makanan mahal tapi cukup terpenuhi gizinya dan seimbang.

Demikian juga dengan pentingnya dukungan suami ke ibu hamil yang sedang mengandung karena sejatinya anak yang sedang dikandung itu adalah anak kedua pasangan.

Satu hal lagi yang ingin dikampanyekan Andien yakni mengenai pentingnya memberikan ASI ke anak hingga usia dua tahun karena dalam ASI terkandung manfaat yang tidak dapat digantikan dengan  
sumber makanan lain.

"Saya menjalani periode ini semua dengan sangat suka cita, dalam hati saya sempat berkata bahwa ingin sekali membagi pengetahuan ini ke ibu-ibu lain. Entah mengapa, sepertinya Tuhan mendengarkan akhirnya saya dikontak oleh Prenagen, dan mulai melalukan kampanye ke banyak kota," kata Andien.

Kini, putra kesayangannya Kawa telah menginjak usia delapan bulan. Putra yang lahir di saat usia Andien cukup matang yakni 32 tahun itu terbilang aktif dalam bergerak dan berbicara. Kedua pasangan ini, Andien dan Ippe pun tidak heran mengapa putra kecil demikian lincah dan cerdas. 

Maklum saja, Andien saat mengandung tetap berolahraga. Tak tanggung-tanggung sampai lima tangkai mulai dari yoga, jogging, viltates, aerobik dan muaythai. 

"Itulah anaknya jadi 'pecicilan' (tidak pernah diam atau aktif, red)," kata Andien, yang dua pekan nanti akan meluncurkan album baru.

                                                        Kebutuhan Ibu Hamil

Dokter anak dr Herbowo AF Soemenggolo mengatakan tentunya ada kolorasi yang kuat antara nutrisi yang dimakan ibu di masa kehamilan serta aktifitas yang dilakukan pada periode penting tersebut.

Paling mudah untuk menilainya yakni dari pertambahan ukuran fisik bayi secara kuantitatif meliputi ukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala. Kemudian penilaian melalui perkembangan stuktur dan fungsi tumbuh secara kualitatif meliputi motorik kasar, motorik halus, bahasa dan pesona sosial.

Menurut Herbowo, faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bisa secara internal yakni genetik, ras, usia dan jenis kelamin, dan eksternal meliputi nutrisi, lingkungan, penyakit dan stimulasi.

Khusus faktor eksternal dapat diintervensi melalui nutrisi ibu selama kehamilan yang akan berdampak secara langsung pada kondisi kesehatan janin. 

"Tentunya nutrisi terbaik untuk anak yang baru lahir yakni ASI karena kandungannya sangat mempengaruhi pada pembentukan sistem saraf pusat," kata Herbowo. 

Pada ASI terkandung laktosa yang setelah melalui proses perubahan berperan dalam pembentukan memori jangka panjang. Kolostrum pada ASI mengandung tinggi kolesterol penunjang pembentukan mielin (selubung penghantar impuls).

Tak hanya laktosa, bayi juga membutuhkan zat besi untuk perkembangan otak. Anak yang kekurangan zat besi pada umur enam bulan memperlihatkan mielin kurang sempurna sehingga perkembangan anak menjadi terhambat.

"Oleh karena itu untuk membentuk anak yang sehat dan cerdas harus dimulai dari masa kehamilan dan menyusui," kata dia.

Bukan hanya nutrisi, pada periode kehamilan, si ibu juga dituntut untuk tetap berolahraga. 

Senior Manager Prenagen Sianne Permadi pada ajang PPEJ di Palembang, mengatakan berolahraga di masa kehamilan adalah salah satu kunci utama menjaga kesehatan janin dan memperoleh persalinan yang lancar. 

Hal ini sangat penting diketahui para ibu hamil karena kehamilan merupakan proses kerja keras bagi fisik seorang ibu, bahkan kepayahan yang terjadi semakin hari akan semakin meningkat.

Bukan hanya persalinan yang membutuhkan kemampuan fisik yang hebat, masa pemulihan setelah melahirkan pun juga menuntut ibu memiliki stamina yang prima untuk mengurus bayinya.

Untuk itu, Prenagen melucurkan senam ala "Prenafit" yang dikhususkan untuk ibu hamil dan ibu setelah melahirkan yang memberikan manfaat baik pernapasan, penguatan otot pinggul, perut, dan paha. Senam ini sangat praktis karena dapat dilakukan di rumah.

Aktifitas olahraga ini akan membantu ibu beristirahat dengan tenang, mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan, meningkatkan stamina dan kekuatan otot yang dibutuhkan saat persalinan. 

Kemudian, manfaat lainnya yakni mengurangi resiko terjadinya diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi saat hamil, dan mengurangi resiko bayi lahir dengan berat badan di atas rata-rata (fetal macrosamia).

Sedangkan manfaat bagi bayi yakni menurunkan resiko obesitas pada bayi di kemudian hari karena kadar lemak ketika lahir tidak berlebihan. Bayi pun menjadi lebih tenang.  

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ibu yang berolahraga di masa kehamilan akan membuat bayinya memiliki skor kecerdasan umum lebih tinggi dan kemampuan bahasa lisan yang lebih baik sampai usia 5 tahun.

Sementara itu, dokter ahli kandungan Dr dr Martina Hutabarat, SpOG mengatakan pemenuhan gizin anak sejak dini atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan langkah tepat untuk mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas.

Perode 1000 HPK dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari) ini merupakan periode yang menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang.

Makanan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.

"Kita semua harus terus mengkampanyekannya karena persoalan memperhatikan janin dan bayi ini masih kerap diabaikan perempuan meski mereka tahu, bahkan berdasarkan penelitian disebutkan tidak berkolorasi dengan pendidikan seseorang," kata dia.

Hingga kini Indonesia masih berkutat pada masalah stunting, yakni masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Pada umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting tertinggi adalah kabupaten Ogan Komering ilir yang menurut Riskesdas mencapai 40,5 persen atau hampir setengah balita di OKI mengalami stunting. Bahkan, angka ini di atas angka stunting nasional 37 persen.
 
Oleh karena itu, mulai saat ini jangan sepelekan 1000 hari pertama demi generasi bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga