Senin, 23 Oktober 2017

Sisno laporkan salah satu media ke Dewan Pers

id Aris Budiman, Sisno Adiwinoto, Penyidik KPK, Dewan Pers, media, pelaporan, peliputan, berita
Sisno laporkan salah satu media ke Dewan Pers
Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman. ((ANTARA/Rivan Awal Lingga) )
Jakarta (ANTARA Sumsel) -Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI), Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto melaporkan salah satu media ke Dewan Pers terkait dengan Brigjen Pol Aris Budiman karena dia masih anggota Polri aktif.

"Kami memandang sangat penting untuk meluruskan atau mengoreksi pemberitaan media tersebut demi pemuliaan profesi Polri," kata Sisno di kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat Rabu.

Berdasarkan pemberitaan tersebut, ISPPI menilai perlu meluruskan pemberitaan majalah tersebut edisi 28 Agustus 2017-3 September 2017. Pada halaman 29 tertuang artikel berjudul "Musuh Dalam Selimut KPK".

Dan pada halaman 32 tertuang artikel yang menyebutkan Penyidik KPK Itu Menawari Para Anggota Komisi Hukum Agar Terhindar Dari Jeratan Penyidikan Asalkan Menyediakan Uang Rp2 Miliar".

Di salah satu laman media pada tanggal 31 Agustus 2017 tertuang artikel berjudul "4 Daftar Dosa Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman," katanya.

"Setelah ISPPI melakukan konfirmasi kepada Brigjen Pol Aris Budiman bahwa semua yang ditulis dalam pemberitaan tersebut adalah tidak benar, akan tetapi tidak pernah melakukan klarifikasi kepada saudara Aris Budiman," kata Sisno.

    
                            Imbau Dewan Pers
Atas pemberitaan yang diduga tidak benar tersebut, ISPPI mendukung Aris Budiman menggunakan haknya untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, katanya.

"Kami mengimbau Dewan Pers Indonesia agar menegakkan Undang- Undang  Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 5 ayat 1 dan pasal 18 ayat 2 serta Kode Etik Jurnalistik terhadap jurnalis dan perusahaan pers yang melanggar ketentuan tersebut," kata Sisno.

Sementara itu, Tim Ahli Dewan Pers, Leo Batubara mengatakan pengaduan yang dilakukan oleh ISPPI sudah diterima dan pelaporan terhadap koran  diterima sesuai prosedur ialah Komisi Pengaduan.

"Kemudian kita rencanakan sidang ajudikasi yang mana anggota Dewan Pers bersama dengan Tim Kelompok Pekerja, karena nanti anggota   Kelompok Pekerja akan mengundang pengadu yaitu ISPPI dengan teradu Tempo," kata Leo.

Hal tersebut untuk mencari tahu apakah ada pelanggaran kode etik apa tidak benar, apa tidak akurat bahwa nara sumbernya tidak ada. Bahwa tidak konfirmasi sebagainya akan kita dibahas, katanya.

"Nanti di sidang kajudikasi pertama, apalagi ada kesempatan teradu dan pengadu akan dipertemukan. Kita harapkan bahwa mudah- mudahan Selasa atau Rabu yang akan datang," kata Leo.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga