Selasa, 24 Oktober 2017

Pebalap Pangandaran juara balap sepeda hutan harapan

id Tantan Heryana, balap sepeda, hutan harapan, juara
Pebalap Pangandaran juara balap sepeda hutan harapan
Ilustrasi- Balap sepeda . (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jambi (ANTARA Sumsel) - Tantan Heryana (36) pebalap sepeda asal Pangandaran, Jawa Barat, keluar sebagai juara pertama pada kelas Master A ajang balap sepeda gunung "Tumble in the jungle" yang digelar di kawasan Hutan Harapan, Jambi, Minggu.

Tantan yang menggunakan nomor punggung 26 tersebut berhasil finis tercepat dengan catatan waktu 01:03:31 setelah melewati jalur sepanjang 24 kilometer selama tiga laps.

"Ada tantangan tersendiri dan pengalamam baru balap sepeda di hutan harapan ini, yakni kontur tanahnya yang baru saya temui," kata Tantan.

Pada kelas yang sama, menyusul rivalnya Kusnadi pebalap asal Tegal, Jawa Tengah, dengan catatan waktu tipis, yakni 01:03:48.

Selain itu pada kelas Master B, Agung Utara pebalap sepeda asal Bogor, Jawa Barat, keluar sebagai juara dengan catatan waktu tercepat 01:04:07. Kemudian disusul rekannya Firmansyah dengan selisih waktu tiga menit.

Pada kelas Master C yang keluar sebagai juara Budi Sutardjo pebalap asal Tangerang dengan catatan waktu 01:12:42. Kemudian disusul Cucu Eman Heryanto pebalap asal Bandung, Jawa Barat, dengan selisih waktu 10 menit.

Ajang balap sepeda yang pertama kali digelar di kawasan hutan belantara ini diikuti oleh sebanyak 16 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Bogor, Tangerang, Pangandaran, Sukabumi dan beberapa daerah lainnya, mereka terbagi menjadi tiga kategori lomba.

Para peserta lomba menempuh rute sejauh 24 kilo meter atau tiga laps dengan jalur naik dan turun dengan mengikuti jalan tanah dan berlumpur dengan tantangan disepanjang jalur khusus di tengah hutan tropis.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) Lisman Sumardjani mengatakan, ajang balap sepeda di kawasan hutan dataran rendah tersebut merupakan pertama di Indonesia.

Melalui ajang balap sepeda di kawasan hutan harapan ini diharapkan mampu mendekatkan keberadaan hutan dengan masyarakat dan memberikan manfaat untuk keberlangsungan keanekaragaman.

Balapan sepeda gunung di belantara hutan tropis dataran rendah Sumatera areal hutan harapan utamanya untuk mempromosikan keanekaragaman hayati dan menciptakan kecintaan terhadap alam.

"Ini yang pertama kalinya dan suatu momentum agar masyarakat ikut mencintai hutan dan juga masyarakat merasa hutan ini ada memberikan manfaat," kata Lisman.

Ajang balap sepeda ini ke depan akan terus digelar setiap tahunnya sebagai upaya mepromosikan hutan harapan agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Hutan harapan yang pernah dikunjungi Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles pada 2008 silam itu memiliki luas kawasan hampir 100 ribu hektare dan merupakan sisa hutan tropis dataran rendah di bagian selatan dan tengah Pulau Sumatera.
    
Meskipun dulunya kawasan tersebut diekstrak secara masif, namun keanekaragaman hayati masih sangat kaya dan terjaga dengan baik dan merupakan rumah bagi 1.350 spesies berbeda, diantaranya ada 133 spesies yang tercancam punah, seperti harimau dan gajah.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga