Senin, 23 Oktober 2017

Warga Lampung kembangkan bebek pedaging

id bebek, petani, pengusaha muda, Kampung Gayausakti, usaha kampung
Warga Lampung kembangkan bebek pedaging
Ilustrasi- Peternak memberi pakan pada bebek petelur di Desa Kebon Sari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jatim. ( (ANTARA/Adhitya Hendra)
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Warga  Kampung Gayausakti, Kecamatan Seputihagung, Kabupaten Lampung Tengah mengembangkan bebek pedaging karena ditopang bahan baku pakan yang banyak.

Kepala Kampung Gayausakti Hi. Imron Kurniadi, dalam keterangan diterima di Bandarlampung, Minggu, menjelaskan kampung yang hanya memiliki lima dusun tersebut  berpotensi besar menjadi sentra pengembangan bebek pedaging.

"Karena bahan baku pakan yang tersedia cukup banyak. Sementara pemasaran bebek pedaging tidak sulit mengingat sudah ada penampung yang siap membeli," katanya.

Direncanakan budi daya bebek pedaging akan dimasukkan dalam kegiatan usaha kampung.

Menurutnya, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Gayausakti telah terbentuk. Selain usaha penggemukan sapi, nantinya akan dikembangkan usaha penggemukan bebek pedaging.

"Karena di Kampung Gayausakti sangat potensial untuk pengembangan sapi dan bebek. Dari sumber pakan ternak tidak sulit untuk didapat. Kemudian harga jual relatif stabil. Sebagai permulaan, saya pribadi mencoba budi daya bebek pedaging ini," kata Imron.

Saat ini pihaknya juga berupaya menjadikan warga kampung dapat hidup sejahtera. Yakni warga nantinya dapat mencontoh dirinya mengembangkan ternak bebek pedaging.

Hal itu sesuai dengan program yang digadang-gadang Bupati Lamteng  Hi. Mustafa, yakni melalui Kampung Entrepreneur Creative (KECe). Selain mengandalkan hasil pertanian, warga pun bisa memiliki usaha budi daya bebek pedaging agar perekonomian warga meningkat.

Sekretaris Kampung Gayausakti Purwanto mengatakan, Kampung Gayausakti memiliki luas 1.032 hektare dengan jumlah penduduk laki laki 2.709 orang dan perempuan 2.545. Ada tiga pondok pesantren yang  cukup besar sehingga Kampung Gayausakti mendapat sebutan 'Kampung Santri'.

"Program yang menyentuh ke masyarakat juga tetap kami lakukan. Termasuk pemberdayaan Linmas, Karang Taruna, posyandu, TK dan Paud. Sebagai antisipasi dan pencegahan tindak kejahatan, ronda malam aktif berjalan di Kampung Gayausakti," kata dia.

Di Kampung Gayausakti juga terdapat embung yang berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian. Embung seluas 2.500 meter persegi itu mampu memenuhi kebutuhan air hingga 30 hektare lahan pertanian warga. Rencananya, akan ada hibah tanah dari warga untuk kembali dibangun embung.

"Di musim kemarau, embung sangat membantu petani untuk mencukupi kebutuhan air bagi tanaman palawija. Di embung juga ada keramba apung untuk budidaya ikan air tawar. Harapannya, kedepan Kampung Gayausakti dapat terus berkembang lebih baik dan maju, dan menjadi daerah pemasok daging di Lamteng," katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga