Rabu, 18 Oktober 2017

Penyanyi Vicky Shu penuhi panggilan pemeriksaan Bareskrim

id Vicky Shu, saksi, keterangan, Bareskrim, First Travel, penipuan, biro haji
Penyanyi Vicky Shu penuhi panggilan pemeriksaan Bareskrim
Vicky Shu. (ANTARA/Ida Nurcahyani)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Penyanyi Vicky Shu memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus First Travel.

"Saya memenuhi panggilan terkait First Travel," kata Vicky di Kantor Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin.

Vicky tiba di Kantor Bareskrim sekitar pukul 13.00 WIB dengan menaiki kendaraan Toyota Vellfire berwarna putih nopol B-5-SHU.

Vicky membantah bahwa dirinya terlibat perjanjian kerja sama dengan pihak First Travel terkait promosi paket umrah First Travel. "Saya tidak di-endorse. Saya jamaah, seperti yang lain. Saya bayar 'full'," ungkapya.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa penyanyi Syahrini sebagai saksi dalam kasus ini. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa Syahrini dan First Travel pernah mengadakan kerja sama untuk mempromosikan paket umrah First Travel.

Selain itu, polisi mengungkapkan bahwa Syahrini mengenal tersangka Anniesa Hasibuan. Meski Syahrini mengaku hanya mengenal sedikit sosok Anniesa.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga