Jumat, 20 Oktober 2017

Pemerintah bagikan obat kaki gajah

id obat kaki gajah, penyakit, anti biotik, pencegahan, menjaga lingkungan, Feri Iswan, pencegahan, Kecamatan Peninjauan
Pemerintah bagikan obat kaki gajah
Ilustrasi (pixabay.com)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, memantau pembagian obat pencegahan penyakit kaki gajah secara massal dan gratis bagi masyarakat di wilayah itu.

"Hari ini kita melakukan pemantauan program pemberian obat massal pencegahan penyakit kaki gajah pada bulan elimasi kaki gajah (belkaga) ke desa-desa dalam wilayah Kecamatan Peninjauan," kata Camat Peninjauan Ogan Komering Ulu (OKU) Feri Iswan di Baturaja, Rabu.

Dikatakan Feri, pemantauan atau monitoring yang dilakukan untuk memastikan semua penduduk mulai dari umur 2-70 tahun mendapatkan pelayanan obat yang dibagikan secara gratis oleh petugas di lapangan.

Jumlah sasaran masyarakat yang akan diberikan obat kaki gajah tersebut, kata Feri, sebanyak 27.964 jiwa penduduk se Kecamatan Peninjauan terdiri atas wilayah Puskesmas Lubuk Rukam mencapai 11.479 jiwa dan Puskesmas Desa Peninjauan 16.485 jiwa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) OKU, Suharmasto saat dikonfirmasi secara terpisah mengingatkan kepada masyarakat agar teliti dalam mengkonsumsi obat kaki gajah jangan sampai diberikan kepada anak dibawah umur dua tahun.

"Sebab anak-anak ketahanannya belum cukup kuat untuk mengkonsumsi obat ini. Makanya kita ingatkan ke masyarakat," katanya.

Suharmasto menjelaskan, obat kaki gajah ini bisa membunuh seluruh jenis cacing dan memiliki reaksi pusing dan mual setelah mengkonsumsi obat tersebut.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena memang reaksi obat seperti itu. Namun, jika merasakan hal demikian setelah mengkonsumsi obat tersebut dan masih ragu silakan konsultasi ke bidan desa atau puskesmas terdekat," kata Suharmasto.

Pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi sekaligus membagikan obat kaki gajah secara gratis guna mengantisipasi atau mencegah kemungkinan terjadi penyebaran penyakit itu di wilayah OKU.

"Salah satu penyebab kaki gajah dikarenakan lingkungan yang kurang bersih. Untuk itu masyarakat juga harus menjaga lingkungan agar tetap bersih," katanya.

Menurut dia, sejauh ini belum ditemukan adanya masyarakat di wilayah itu yang menderita penyakit kaki gajah, namun upaya pencegahan akan tetap dilakukan guna memastikan penyebarannya tidak terjadi di Kabupaten OKU.

"Meski demikian antisipasi tetap akan kita lakukan, salah satunya dengan sosialisasi dan pembagian obat kaki gajah ke masyarakat," ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga