Jumat, 20 Oktober 2017

Mitra tagih janji Koba Tin lunasi hutang

id PT Koba Tin, bijih timah, Kementerian ESDM, hutang, nasabah
Mitra tagih janji Koba Tin lunasi hutang
Eks Kantor Koba Tin di Koba, Kabupaten Bangka Tengah (ANTARA)
Koba, Babel (ANTARA Sumsel) - Para mitra PT Koba Tin kembali menagih janji perusahaan peleburan bijih timah ini untuk melunasi utang yang disanggupi sebesar Rp10 miliar.

"Dalam pertemuan beberapa waktu lalu antara mitra, pihak Kementerian ESDM dan manajemen PT Koba Tin sudah disanggupi membayar utang sebesar Rp10 miliar, dan ini yang kami tagih," kata Budi Darma, mitra PT Koba Tin di Koba, Bangka Tengah, Bangka Belitung, Jumat.

Ia menjelaskan, dana sebesar Rp10 miliar yang dijanjikan itu sesuai dengan hasil kesepakatan di kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta pada 17 dan 18 Juli 2017 yang dihadiri oleh mitra kecil, mitra besar, karyawan, Direktur PT Koba Tin, dan pihak ESDM.  

"Namun sampai sekarang hasil kesepakatan itu tidak ada tindaklanjutnya, padahal Kementerian ESDM berjanji dalam tempo dua minggu akan menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya pula.

Sebenarnya total utang kepada mitra yang harus dibayar PT Koba Tin, kata Budi, sebesar Rp15 miliar, namun hanya sebesar Rp10 miliar yang disanggupi dan pihak mitra sudah menyetujuinya namun sampai sekarang belum dibayar.

"Ini akan terus kami tagih karena sudah disepakati dalam pertemuan resmi, dan bahkan pihak Kementerian ESDM sendiri yang menyanggupi membayar Rp10 miliar," ujarnya lagi.

Rusman Araziz, mitra PT Koba Tin lainnya mempertanyakan penjualan aset perusahaan sampai sekarang tidak mendapat persetujuan dari Kementerian ESDM.

"Padahal sudah ada kesepakatan antara pihak PT Koba Tin dengan pembeli terkait penjualan aset, namun tidak mendapat izin dari Kementerian ESDM," ujarnya.

Ia mengatakan, di antara upaya pihak perusahaan untuk melunasi utang kepada mitra dan sejumlah mantan karyawan adalah dengan menjual aset.

"Uang hasil penjualan aset itu digunakan untuk membayar utang namun tidak mendapat persetujuan dari Kementerian ESDM," ujar dia pula.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga