Jumat, 20 Oktober 2017

Lahan padi sawah 150 hektare siap tanam

id sawah, padi, panen, lahan, intensitas hujan, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Suratno
Lahan padi sawah 150 hektare siap tanam
Dokumentas- Petani menanam bibit padi. (Antarasumsel.com/Feny Selly/Ag/17) ()
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Lahan padi sawah seluas 150 hektare di Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, siap tanam mengingat intensitas hujan sering terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Ketua Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Lubuk Raja Suratno di Baturaja, Sabtu, menjelaskan bahwa lahan seluas itu tersebar di tujuh desa.

Sebagian besar petani di tujuh desa sekarang ini mulai menanam padi. Namun, ada pula yang baru membajak sawahnya untuk persiapan bercocok tanam, katanya.

Pada musim tanam awal Oktober ini, kata Suratno, merupakan berkah bagi para petani, khususnya pembajak sawah di tiga desa dalam Kecamatan Lubuk Raja, karena pemerintah pusat telah memberikan bantuan berupa benih padi.

Ia menyebutkan tTiga desa yang mendapat bantuan benih, yaitu Desa Batumarta Unit I, Batuwinangun, dan Desa Leki Rejo.

Bantuan benih padi sebanyak 1.250 kilogram untuk setiap desa tersebut, lanjut dia, sudah dibagikan kepada masing-masing kelompok tani pada bulan Agustus 2017.

Pada musim tanam tahun ini, menurut dia, petani sangat bersemangat bercocok tanam karena selain mendapat bantuan benih gratis, musim hujan seperti sekarang mendukung untuk menanam padi.

Ia mengatakan bahwa tingginya curah hujan di wilayah itu memberikan semangat baru bagi seluruh petani padi sawah setelah melewati musim kemarau panjang yang mengakibatkan lahan persawahan mengalami kekeringan.

"Kami berharap musim hujan tahun ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama karena tanaman padi akan tumbuh dengan normal hingga masa panen," katanya.

Musim kemarau panjang beberapa waktu lalu, lajut dia, membuat petani terpaksa menunda musim tanam padi untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen akibat sawah kekurangan air.

"Sebelumnya, dampak kemarau sebagian besar lahan pertanian dibiarkan kosong tidak ditanami sampai musim hujan," ujarnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga