Sabtu, 21 Oktober 2017

Petani mengeluh harga kopi turun

id petani, kopi, harga, tanaman, panen
Petani mengeluh harga kopi turun
Seorang petani sedang memetik buah kopi (FOTO ANTARA Sumsel/Awi)
....Biasanya kalau belum musim panen persediaan pasti terbatas dan pastinya harga jual akan tinggi....
Baturaja  (ANTARA Sumsel) - Sejumlah petani kopi di Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengeluhkan harga jual hasil panen tanaman komoditas itu Rp20 ribu per kilogram atau turun dibandingkan sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.

"Harga buah kopi mulai turun sejak sebulan terakhir menjadi hanya Rp20 ribu per kilogram (kg)," kata Dapid (37), seorang petani asal Kecamatan Ulu Ogan, di Baturaja, Selasa.

Menurut dia, harga itu berlaku untuk biji kopi bersih dan kadar airnya sedikit.

"Kalau biji kopi bagus mulai dari kebersihannya dan kadar air sedikit maka dihargai Rp20 ribu, namun jika kadar airnya banyak harganya di bawah harga pasaran," ungkapnya.

Penurunan harga sangat berdampak pada perekonomian petani karena menggantungkan hidup dari hasil panen kopi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kopi yang dijual petani merupakan hasil panen buah tahun lalu. Untuk musim panen biji kopi selanjutnya diperkirakan mulai pada akhir Maret tahun depan," kata Yedi, petani kopi lainnya menambahkan.

Ia mengatakan penurunan harga sangat berdampak bagi para petani karena masih banyak menyimpan kopi hasil panen sebelumnya yang berharap nilai jual akan tinggi jika persediaan terbatas.

"Biasanya kalau belum musim panen biji kopi persediaan pasti terbatas dan pastinya harga jual akan tinggi. Tapi kenyataannya harga malah turun," jelasnya.

Ia berharap harga jual kopi tetap bertahan seperti sebelumnya diangka Rp25 per kg minimal sampai akhir tahun atau mendekati musim panen nanti.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga