Sabtu, 21 Oktober 2017

Produksi semen Baturaja 200 ribu ton perbulan

id semen, semen baturaja, produksi, target, Rahmad Pribadi
Produksi semen Baturaja 200 ribu ton perbulan
Direktur Utama Semen Baturaja, Rahmad Pribadi (kanan), bersama Dirut LKBN Antara, Meidyatama Suryadiningrat (kiri), berbincang mengenai konsep sinergitas bisnis BUMN di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (6/9/2017). (ANTARA/Afut Syafril)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Produksi PT Semen Baturaja di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung sejak Januari hingga Oktober 2017 berjalan lancar sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan.

"Kegiatan produksi tiga pabrik di Sumsel yakni pabrik Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu dan pabrik Palembang, serta satu pabrik di Panjang, Lampung, berjalan lancar yakni rata-rata produksi mencapai 200 ribu ton per bulan," kata  Direktur Utama PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi, di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan kegiatan produksi tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, karena selain berhasil dilakukan peningkatan kapasitas produksi pabrik utama di Baturaja melalui proyek optimalisasi pabrik, juga adanya satu pabrik baru Baturaja II.

Perusahaan yang berkantor pusat di Kota Palembang ini secara bertahap berupaya meningkatkan produksi semen untuk memenuhi kebutuhan semen masyarakat setempat dan provinsi sekitar yang terus mengalami peningkatan.

Untuk meningkatkan produksi semen, selain melakukan optimalisasi pabrik yang ada, pihaknya terus berupaya membangun sejumlah pabrik baru.

Melalui proyek optimalisasi, produksi semen dapat bertambah hingga 800 ribu ton atau sesuai target perusahaan mencapai dua juta ton per tahun, serta dengan adanya satu pabrik baru yang mulai dioperasikan secara komersil pada pertengahan 2017 ini diharapkan produksi semen bisa mencapai 3,85 juta ton per tahun.

Peningkatan kapasitas produksi semen itu diharapkan bisa berjalan lancar sesuai rencana, sehingga nantinya seluruh kebutuhan semen untuk menunjang kegiatan pembangunan di wilayah Sumatera Selatan, dan beberapa daerah sekitar dapat dipenuhi secara maksimal, katanya.

Menurutnya, perusahaan semen milik negara ini memiliki kewajiban menjaga ketersediaan pasokan semen dalam negeri khususnya di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hasil produksi yang ada sekarang ini terkadang sering kurang, sehingga permintaan masyarakat tidak bisa dipenuhi secara maksimal.

Melalui upaya optimalisasi pabrik dan pembangunan beberapa pabrik baru, pihaknya optimististis kebutuhan semen masyarakat di wilayah Sumbagsel bisa dipenuhi secara maksimal, bahkan bisa dilakukan pengembangan pemasaran ke wilayah provinsi di Tanah Air lainnya bahkan ke luar negeri, ujarnya.

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga